Diplomasi Doraemon dan Hello Kitty

Seperti yang telah kita ketahui bersama, diplomasi publik dari suatu negara umumnya menampilkan icon dari kelompok masyarakat (profesional atau akademisi) maupun tokoh-tokoh ternama (artis, seniman, dll). Sebagai second track diplomacy, diplomasi publik ini ternyata dapat diimplementasikan dengan beragam cara yang unik. Ragam diplomasi publik yang bersifat unik ini misalnya telah dilakukan AS terhadap Korea Utara melalui diplomasi musik oleh New York Philharmonic Orchestra pada Februari 2008. Demikian pula dengan diplomasi musik oleh China Philharmonic Orchestra yang tampil di hadapan Paus Benedictus XVI pada April 2008 untuk mencairkan hubungan Vatikan dan Beijing. Untuk tulisan ini saya tidak akan membahas diplomasi musik yang dilakukan oleh kedua negara ini. Diplomasi publik yang akan saya bahas pada tulisan ini adalah diplomasi publik dari Jepang yang menampilkan ‘kejutan’. Apakah itu?

Mungkin dari judul tulisan ini Anda sudah dapat menebaknya. Ya, Jepang menggunakan dua tokoh kucingnya yang susah sangat terkenal di seluruh dunia: Doraemon dan Hello Kitty sebagai duta besar resminya sebagai duta kartun dan duta pariwisata Jepang. Tujuan utamanya satu yaitu memperkenalkan budaya Jepang pada masyarakat dunia. Kedua tokoh kucing yang digemari oleh nyaris setiap orang di dunia ini, diberikan mandat resmi oleh pemerintah Jepang pada tahun 2008 untuk membawa masyarakat dunia semakin mengenal dan mencintai Jepang.

DORAEMON. Sepertinya saya tidak perlu berpanjang lebar bercerita mengenai kucing robotik biru-putih bertubuh gempal yang memiliki kantung ajaib ini. Petualangannya bersama Nobita sudah sejak lama menghiasi layar kaca di seluruh penjuru dunia tak terkecuali layar lebar. Pada tanggal 19 Maret 2008, Menteri Luar Negeri Jepang, Masahiko Komura secara resmi menunjuk Doraemon sebagai duta besar kartun animasi Jepang. Pada acara pelantikan ini, Komura menyerahkan sertifikat resmi kepada Doraemon dan Nobita dengan tak lupa pula menyajikan dorayaki, kue kacang merah yang menjadi makanan favorit Doraemon dalam sebuah piring yang sangat besar. Misinya dari tokoh kartun ciptaan Fujiko F. Fujio ini adalah mempromosikan kartun animasi Jepang ke seluruh penjuru dunia. “Doraemon, saya harap Anda mengelilingi dunia sebagai duta besar anime untuk memperdalam pemahaman orang terhadap Jepang sehingga mereka bisa menjadi sahabat kita,” kata Komura saat itu. Doraemon (yang diisi oleh artis Wasab Mizuta) pun menjawab: “Melalui pekerjaan ini, saya akan melakukan yang terbaik untuk bicara pada orang di luar negeri mengenai pikiran orang Jepang, bagaimana orang Jepang hidup dan masa depan apa yang diharapkan orang Jepang”.

Melalui penunjukkan Doraemon ini, pemerintah Jepang juga berusaha meningkatkan upayanya dalam mempromosikan ‘Cool Japan’. ‘Cool Japan’ yang mulai dikampanyekan mulai tahun 2007 ini bertujuan mempromosikan kartun animasi, komik manga dan masakan Jepang ke seluruh dunia. Tahun 2007, Jepang bahkan meluncurkan Penghargaan Manga Internasional bagi seniman asing yang akhirnya dimenangkan oleh Lee Chi Ching dari Hong Kong. Salah seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Jepang, Yuko Hotta juga mengungkapkan harapan senada atas penunjukan ini: “Kami berharap dengan pengangkatan Doraemon sebagai Duta Besar Animasi, orang-orang di berbagai negara dapat mengerti Anime lebih baik lagi, dan memperdalam minat mereka terhadap kebudayaan Jepang”. Kementerian Luar Negeri Jepang juga berencana memutar sebuah film Doraemon di Singapura, China, Spanyol, Perancis pada tahun 2008 ini.

HELLO KITTY. Kucing berwarna putih tak bermulut dengan ciri khas pita di daun telinga hasil rancangan Shimizu Ikuko pada tahun 1974 dari perusahaan Jepang bernama Sanrio ini juga nampaknya tak asing lagi bagi siapapun. Pamornya tidak kalah terkenal dari Doraemon. Seperti halnya Doraemon, Hello Kitty juga menjadi salah satu ciri khas budaya Jepang yang laris manis di seluruh dunia. Pada tahun 2004 pernak-pernik Hello Kitty sebanyak kurang lebih 50.000 produk tercatat telah menembus pasar di lebih dari 60 negara di seluruh dunia! Maka tak heran apabila pada tanggal 19 Mei 2008, Menteri Tanah, Infrastruktur, Perhubungan dan Pariwisata Jepang, Tetsuzo Fuyushiba menunjuk Hello Kitty untuk mempromosikan Jepang dan mengundang banyak turis terutama dari China dan Hong Kong. Website Hello Kitty pun akan mulai berdiri pada akhir Juni 2008 mendatang dalam bahasa Mandarin. Melalui website ini, Hello Kitty akan mempromosikan berbagai wilayah tujuan wisata di Jepang. Penunjukan ini juga dilakukan Jepang dalam upayanya mengkampanyekan program ‘Visit Japan Campaign’ (sepertinya mirip dengan ‘Visit Indonesia Year’) yang telah dilaksanakan sejak tahun 2003.

Melalui program ‘Visit Japan Campaign’ ini, Jepang bertekad untuk menarik 10 juta wisatawan setiap tahunnya. Untuk tahun 2007, jumlah turis asing yang berkunjung ke Jepang mencapai rekor tertingginya yakni 8.35 juta orang atau naik sebesar 60% dari tahun 2003. Pada tahun 2007, turis asal China dan Hong Kong mencapai 16,5% dari keseluruhan turis asing yang masuk ke Jepang. Tahun 2008, China dan Hong Kong diharapkan akan menjadi negara dengan pengunjung turis asing terbanyak kedua setelah Korea Selatan. Penunjukan ini tentu saja akan semakin efektif mengingat China adalah salah satu negara yang terkena demam Hello Kitty. Menanggapi tugas ini, presiden dari perusahaan Sanrio, Shintaro Tsuji, berjanji bahwa Hello Kitty akan bekerja keras untuk menarik minat banyak turis. Sebagai realisasinya, Hello Kitty akan mengadakan pertunjukan musikalnya yang bertema Hello Kitty’s Dream Light Fantasy tahun ini juga di Beijing selain di Malaysia, Singapura, dan AS dalam jangka waktu tiga tahun.

Melalui diplomasi publik oleh Doraemon dan Hello Kitty, kita dapat melihat bahwa pemerintah Jepang sangat piawai dalam memainkan soft power-nya. Jepang berhasil memanfaatkan budaya pop animasi yang menjadi simbol budaya Jepang sebagai media diplomasi publiknya, apalagi Doraemon dan Hello Kitty memang telah dikenal dan digemari dunia mulai dari anak-anak hingga orang tua. Penunjukan ini tentu saja melancarkan upaya pemerintah Jepang dalam memperkenalkan budayanya ke seluruh penjuru dunia termasuk ke China, negara yang sering terlibat konfrontasi dengan Jepang. Selain itu, penunjukan ini juga memperlihatkan sikap Jepang yang memandang penting soft power sebagai salah satu basis utama diplomasinya. Jepang sadar bahwa sifat mendasar dari soft power adalah dampaknya dalam jangka panjang. Berbeda dengan Jepang, Indonesia dalam kampanye ‘Visit Indonesia Year’nya justru lebih banyak menampilkan foto-foto para kepala daerah. Ada baiknya Indonesia bercermin dari kepiawaian Jepang ini. Dengan mengangkat ‘si unyil’ berkain batik sebagai duta pariwisata Indonesia misalnya………..

Advertisements

5 thoughts on “Diplomasi Doraemon dan Hello Kitty

  1. Apakah Ada Statement Resmi Dri Pemerintah Jepang bahwa Doraemon dan Hello Kitty sebagai duta besar resminya sebagai duta kartun dan duta pariwisata Jepang. Trimakasih…

  2. Pingback: tour de singkarak 2009 « rika isnarti zone

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s