INDAHNYA DIPLOMASI OLAHRAGA

Olahraga sangat menyehatkan tubuh. Olahraga membuat tubuh kita tetap fit dan tidak mudah terserang penyakit. Dalam konteks hubungan internasional, olahraga juga ternyata memiliki fungsi lain yang tidak kalah pentingnya: sarana berdiplomasi. Diplomasi olahraga beberapa kali terbukti mampu meredam konflik atau minimal mencairkan ketegangan antar negara yang tengah bertikai. Mengapa olahraga dapat menjadi sarana penting untuk berdiplomasi? Karena sifat utama dari olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas. Diplomasi olahraga juga memiliki empat tujuan utama yakni meredam konflik, mencairkan ketegangan, meningkatkan hubungan antar negara (bersahabat maupun tidak) dan memperkenalkan budaya. AS dan China tidak akan terlibat perang ideologis tatkala keduanya berjumpa dalam pertandingan tenis meja. Diplomasi olahraga dalam beragam bentuknya (diplomasi sepakbola, diplomasi tenis meja, diplomasi basket, dll) akhirnya makin banyak dipilih sebagai sarana untuk mempererat dan meningkatkan hubungan antar negara.

Disadari atau tidak, diplomasi olahraga bukan merupakan sebuah hal baru. Bulan April 1971, usai mengikuti kejuaraan dunia ke-31 di Jepang, tim tenis meja AS mencatat sejarah karena menjadi warga AS pertama yang menjejakkan kaki di Beijing sejak partai komunis Mao berkuasa selama 22 tahun sejak tahun 1949. Pertandingan persahabatan tenis meja akhirnya digelar antara China dan AS atas inisiatif Mao yang kemudian dikenal dengan nama Diplomasi Pingpong. Dalam kunjungan ke China ini, sembilan atlet AS menyeberangi jembatan dari Hongkong ke daratan China dan menghabiskan waktu mereka dari tanggal 11 – 17 April 1971. Pada Februari 1972, Richard Nixon pun melakukan kunjungan bersejarah ke China. Dua bulan setelah kunjungan Nixon, ketua delegasi tenis meja China, Zhuang Zedong balas mengunjungi AS pada tanggal 12-30 April 1972. Sebuah manuver diplomasi yang berakhir dengan baik.

Keberhasilan diplomasi pingpong ini akhirnya memicu negara lain untuk melakukan dan mengembangkan diplomasi olahraga. Contoh lain dari keberhasilan diplomasi olahraga ditunjukkan oleh diplomasi sepakbola Rusia di bawah kepemimpinan presiden barunya, Dimitri Medvedev. Dalam rangka menurunkan sentimen negatif Rusia terhadap Inggris sekaligus meningkatkan hubungan kedua negara, Medvedev mengizinkan sekitar 40 ribu penggemar Chelsea dan Manchester United dalam laga final Liga Champions di Rusia pada 21 Mei 2008. Mereka bebas memasuki bumi Rusia tanpa visa agar dapat menikmati final Liga Champions. Padahal, penggemar kedua klub ini (kaum ‘hooligans’) dikenal sangat brutal dan banyak ditolak masuk ke negara lain karena dicurigai hanya akan mengobarkan aksi kekerasan dalam setiap pertandingan. Tak hanya itu, Medvedev juga memerintahkan pihak berwenang menyiapkan seribu bus untuk mengangkut mereka. Sebuah tempat yang nyaman pun dibangun bagi para penggemar kedua klub di Lapangan Merah yang tak jauh dari makam Lenin. Bahkan foto penyair kesohor Rusia, Alexander Pushkin yang mengenakan scarf MU lengkap dipajang dengan pajangan spanduk lainnya persis di depan patung Lenin.

Memang, dalam hal ini atlet Rusia tidak terlibat secara langsung dalam pertandingan. Namun patut diingat bahwa diplomasi olahraga juga berbicara mengenai fasilitas dan organisasi. Dengan apa yang telah dilakukannya, Medvedev menunjukkan rasa hormat Rusia terhadap Inggris. Kementerian Luar Negeri Inggris secara resmi menyampaikan terima kasih pemerintah kepada Medvedev. Sebagai balasannya, Inggris juga memberikan perlakuan ramah bagi penggemar Saint Petersburg Zenit dalam final Piala UEFA di Manchester. Hubungan Rusia-Inggris yang sempat memanas pasca meninggalnya Alexander Litvinenko, mantan agen Biro Keamanan Federal Rusia (KGB) yang memperoleh suaka di Inggris akibat racun yang diduga dituangkan oleh salah satu anggota parlemen Rusia, Andrei Lugovoi pun mulai menghangat kembali.

Masih dari Rusia, Vladimir Putin pun melakukan diplomasi judo untuk menghapus kesan buruk Rusia sebagai negara tiran, penindas HAM dan antiperubahan. Putin memanfaatkan National Information Centre (NIC) , sebuah lembaga pers dan informasi yang berpusat di Moskow untuk memberikan informasi mengenai karier dan latar belakangnya sebagai penggagas kebangkitan judo Rusia. Pesan yang hendak disampaikan Putin adalah bahwa gejolak di Rusia tidak terjadi karena ketidakpuasan atas penegakan HAM dan sistem sentralistik tetapi karena masyarakat Rusia yang sangat agresif dan aktif yang tercermin dari pemimpinnya yang menekuni bela diri. Saat ini Putin adalah Ketua Yawara Judo, pusat olahraga judo se-Rusia.

AS melalui biro diplomasi publik-nya juga sangat aktif melakukan diplomasi olahraga. Konflik politik dalam kancah internasional antara AS-Irak dan AS-Iran berupaya diredam melalui penguatan kerjasama di bidang olahraga. Tim polo air Iran dan AS terlibat dalam kerjasama melalui sebuah program berdurasi tiga minggu. Dalam program ini, tim polo air Iran dilatih oleh tim polo air dari Harvard Westlake School, Los Angeles Water Polo Club, dan Concordia University. Di luar latihan, tim polo air Iran berkunjung ke Queen Mary, Studio Universal di Hollywood, dan Disneyland. Artinya, perkenalan budaya pun terjadi. Pada tanggal 18-19 Januari 2008, AS juga mengikuti turnamen gulat Iran, The Takhti Cup, di Bandar Abbas, Iran. Situs Kementerian Luar Negeri AS menyebutkan bahwa dalam pertandingan ini, pejudo AS tidak hanya mewakili AS namun juga melakukan interkasi dengan masyarakat Iran di luar pertandingan. Tim panah Irak juga berkesempatan mengunjungi Washington, D.C. dan fasilitas panah di San Diego, Kalifornia. Di samping itu, AS pun turut membantu pelatihan para atlet Irak.

Diplomasi olahraga juga dimanfaatkan untuk memperkuat kerjasama. Hal ini ditunjukkan dengan diselenggarakannya peetandingan sepakbola amal tahun 2006 yang diikuti oleh para pejabat tinggi dan perdana menteri anggota Uni Eropa. Bertolak belakang dengan alotnya proses pengesahan konstitusi Uni Eropa, pertandingan ini disepakati dengan cepat. Kedua tim dipimpin oleh kepala Komisi Eropa Jose Manuel Barroso dan Kanselir Austria Wolfgang Schuessel yang saat itu menjabat sebagai presiden Uni Eropa. Bahkan Perdana Menteri Slovenia, Polandia, Romania, Kroasia, Bulgaria dan Austria dan Presiden Peru serta sejumlah komisaris Uni Eropa melepas jas abu-abu mereka dengan seragam bola. Pertandingan yang akhirnya harus dituntaskan melalui adu penalti dengan kemenangan bagi tim Schuessel ini, berhasil menggalang 100 ribu euro (sekitar Rp 1,28 miliar) untuk anak-anak jalanan di Romania dan Moldova. Pertandingan ini juga diikuti oleh Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan yang bergabung dalam tim Schuessel. Luar biasa mengingat bahwa selama ini Turki berupaya memperoleh status anggota Uni Eropa yang ditolak oleh sebagian besar warga Austria.

Bagaimana dengan Indonesia? Berbagai pertandingan olahraga persahabatan telah berulang kali digelar dengan berbagai negara. Contohnya adalah pertandingan persahabatan sepakbola antara Indonesia-Jerman. Pada pertandingan inilah sang kiper fenomenal Jerman, Oliver Kahn secara resmi mengakhiri tugasnya sebagai pemain profesional. Terakhir, pada tanggal 17 Januari 2008 Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Khartoum, Sudan, mengadakan turnamen Tenis Meja untuk memperebutkan Piala Dean Duta Besar Group Asia, sekaligus mempopulerkan olahraga bulutangkis di kalangan diplomatik dan masyarakat Sudan. Pejabat Kementerian Luar Negeri Republik Sudan, pengurus Dewan Persahabatan Masyarakat Internasional, dan sejumlah Duta Besar negara Asia, Timur Tengah dan Afrika turut memeriahkan turnamen ini. Turnamen tenis meja ini akhirnya dimenangkan oleh Dubes India untuk Sudan, Deepak Vohra, setelah mengalahkan Direktur Jenderal (Dirjen) Protokol Kementerian Luar Negeri Republik Sudan, DR Ali Yousif Ahmed. Duta Besar RI untuk Sudan, Tajuddien Noor Bolimalakalu, menyatakan bahwa tujuan dari kegiatan itu, antara lain untuk membangkitkan semangat kerjasama Asia–Afrika dan meningkatkan hubungan bilateral dan persahabatan dengan negara akreditasi dan negara-negara sahabat lainnya khususnya dari Asia, Afrika dan Timur Tengah melalui olahraga.

Untuk memperkenalkan keunggulan Indonesia di bidang bulutangkis, dalan kegiatan ini KBRI juga menyelenggarakan eksebisi bulutangkis. Dubes Djibouti untuk Sudan, Mohamed Ali Moumin, yang baru mengenal bulutangkis bahkan memanfaatkan acara ini untuk mempelajarinya. Sang dubes pun pun berujar bahwa selain untuk rileks, kesehatan dan bersilaturahmi, apabila dilaksanakan secara rutin, kegiatan ini akan menjadi bagian dari aktivitas utama dan budaya korps diplomatik di Sudan. Sebagai sarana memperkenalkan budaya, KBRI memperdengarkan lagu-lagu Indonesia untuk menyemarakkan turnamen, dan menempatkan brosur-brosur dan DVD tentang Indonesia di meja tempat meletakkan piala dalam rangka memperkenalkan Visit Indonesia Year 2008. Uniknya, KBRI juga menyajikan minuman dan makanan khas Indonesia seperti wedang jahe, jajanan pasar, sate ayam dan lontong.

Memang, cukup sulit untuk mengukur tingkat keberhasilan dari aktivitas diplomasi olahraga. Meskipun demikian, diplomasi olahraga dapat menjadi alternatif yang efektif selain diplomasi konvensional di meja perundingan. Diplomasi olahraga sebagai elemen dari diplomasi publik adakalanya dapat sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya khas seperti yang dilakukan oleh KBRI di Sudan dengan lagu-lagu Indonesia, eksebisi bulutangkis dan jajanan pasarnya. Menang-kalah terkadang tidak menjadi masalah. Yang penting, diplomasi tersebut mampu meredam konflik dan ketegangan serta membawa hubungan yang lebih erat. Di lapangan olahraga-lah kita semua dapat menikmati indahnya sportivitas. Tidak ada bom, tidak ada rudal, tidak ada pertarungan ideologis. Yang ada adalah indahnya hubungan antar umat manusia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s