BOOK REVIEW – BERHENTINYA SOEHARTO: FAKTA DAN KESAKSIAN HARMOKO

Judul : Berhentinya Soeharto: Fakta dan Kesaksian Harmoko
Penulis : Firdaus Syam
Penerbit : Gria Media Prima
Cetakan : II, Mei 2008
Tebal Buku : xvii + 298 halaman
Harga : Rp 70.000,-

18 Mei 2008 pk 16.00 WIB: Keterangan Pers (alinea 4): …….. Dalam menanggapi situasi seperti tersebut di atas, Pimpinan Dewan baik Ketua maupun Wakil-Wakil Ketua mengharapkan demi persatuan dan kesatuan bangsa, agar Presiden secara arif dan bijaksana sebaiknya mengundurkan diri. Pernyataan pers DPR yang disampaikan Bung Harmoko selaku ketua ini menggores sejarah modern bertinta emas dalam perjalanan kehidupan politik dan kenegaraan bangsa Indonesia. Pernyataan yang menghentak bagi para mahasiswa dan para wartawan yang berada di gedung DPR ini menjadi terobosan yang mampu menembus kebuntuan politik yang sangat mencekam pada saat itu.

Inilah salah satu bagian dari total enam bagian pembahasan yang berbicara mengenai apa dan bagaimana peran yang dimainkan oleh Harmoko sebagai pejabat politik di saat detik-detik turunnya Soeharto pada bulan Mei 1998. Di tengah kencangnya hiruk pikuk reformasi yang diserukan oleh rakyat Indonesia yang diwakili oleh mahasiswa, Harmoko tentu memainkan peran yang sangat strategis sekaku Ketua DPR/MPR pada saat itu.

Tuntutan mundur Soeharto yang terus menggema dari berbagai sudut, termasuk di luar halaman gedung DPR/MPR menuntut dirinya untuk mengambil tindakan secepatnya sebelum kondisi negara bertambah buruk. Pada detik terakhir, para pimpinan DPR akhirnya memutuskan untuk mengutamakan kepentingan rakyat yaitu bagaimana mencegah dan menghindarkan terjadinya pertumpahan darah. Sesuai dengan keterangan pers ini, pada tanggal 21 Mei 2008 Soeharto secara resmi akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden RI.

Enam bagian dalam buku ini saling berkesinambungan satu sama lain. Bab pertama diawali dengan prolog yang antara lain berisi mengenai posisi Harmoko dalam peristiwa politik tahun 1998, keberadaan Harmoko selama berjalannya reformasi sepuluh tahun, dan pandangan Harmoko mengenai reformasi (yang baginya adalah sebuah perubahan dan pembaruan).

Bagian kedua yang berkisah mengenai terpilihnya kembali Soeharto sebagai presiden RI ketujuh kalinya untuk masa jabatan 1998-2003, diawali dengan kesan mendalam Harmoko tentang patahnya palu sidang tatkala beliau mengetukkannya sebanyak tiga kali untuk menutup Sidang Paripurna ke-V tanggal 11 Maret 2008. Selain berbicara mengenai Bung Harmoko dan Golkar, bagian ini juga membahas dikejutkannya pimpinan DPR oleh pembatalan penerapan metode CBS (Currency Board System) yang digunakan untuk mengatasi krisis ekonomi. CBS yang usulannya datang dari Soeharto melalui hasil konsultasi dengan DPR ini dibatalkan. Soeharto kemudian lebih memilih menggunakan usulan yang diajukan oleh IMF yang intinya adalah liberalisasi ekonomi. Liberalisasi yang cenderung merugikan inilah yang pada akhirnya memancing gugatan rakyat terhadap kepemimpinan di bawah Soeharto.

Bagian tiga secara umum berbicara mengenai kondisi tanah air yang semakin membara terutama setelah terjadinya tragedi Trisakti yang menewaskan empat orang mahasiswa serta kerusuhan Mei 1998 yang masih menjadi tanda tanya hingga detik ini. DPR di bawah kepemimpinan Harmoko pun memutuskan untuk menyampaikan beragam aspirasi yang tengah berkembang di masyarakat kepada Soeharto. Dalam kesempatan ini, pimpinan DPR juga meminta agar pemerintah melakukan Reformasi Total, presiden mengundurkan diri, dan diadakan Sidang Istimewa MPR. Pada bagian ini Harmoko juga mengungkapkan bahwa faktor eksternal turut mempercepat situasi buruk di tanah air pada tahun 1997-1998.

Bagian empat berbicara mengenai rona, dinamika dan euforia reformasi, Bung Harmoko dan Reformasi di Golkar serta Bung Harmoko dan Soeharto. Bagian menarik terkait reformasi DPR tercermin ketika DPR secara cepat bereaksi mengundang pemerintah dalam pertemuan tanggal 8, 14 dan 15 Mei 1998 menuntut dicabutnya Kepres No. 69 dan 70 tahun 1998 mengenai kebijakan menaikkan harga BBM dan TDL. Kebijakan ini dinilai hanya akan semakin memberatkan beban rakyat dan akhirnya menimbulkan ‘kepanikan’ sebagian rakyat. Tindakan ini memperlihatkan bahwa sikap DPR tidak selalu seirama dengan pemerintah.

Bagian lima berbicara mengenai ‘detik-detik terakhir’ turunnya Soeharto sebagai presiden RI yang sekaligus menandai dimulainya era reformasi. Bagian ini memaparkan peran DPR dalam proses turunnya Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998 yang diawali oleh keterangan pers dari pimpinan DPR yang dibacakan tanggal 18 Mei 1998. Keterangan pers ini pada intinya mengharapkan agar Soeharto mengundurkan diri demi persatuan dan kesatuan bangsa: sebuah pernyataan yang sangat mengejutkan berbagai pihak. Atas keterangan pers ini, Harmoko dan rekan-rekan DPR lainnya pun memperoleh pujian dari para tokoh reformasi seperti Amien Rais.

Bagain enam mengenai epilog, berkisah mengenai kontribusi positif Soeharto bagi bangsa ini. Soeharto mencatat beberapa prestasi yang sesungguhnya patut diteruskan dan disempurnakan oleh generasi muda saat ini. Prestasi tersebut antara lain adalah swasembada beras dan adanya visi jangka menengah dan jangka panjang yang jelas sebagai pedoman bagi pembangunan bangsa. Harmoko mengungkapkan bahwa memaafkan adalah sebuah perbuatan yang sangat mulia karena sebagai seorang manusia, Soeharto tentu tidak luput dari berbagai kesalahan. Bagian ini pun berbicara seputar masa-masa kritis hingga meninggalnya Soeharto.

Secara umum, buku ini bermanfaat sebagai salah satu referensi sejarah mengenai Soeharto dan Orde Baru terlebih ditulis dengan menggunakan sudut pandang Harmoko yang menjadi pelaku langsung dari peristiwa bersejarah 1998. Buku ini ditulis oleh Firdaus Syam dengan bahasa yang netral untuk mengungkapkan fakta dan kesaksian Harmoko. Firdaus Syam mewawancarai langsung Harmoko. Buku ini juga dilengkapi dengan beberapa transkrip penting DPR, Mahkamah Agung, dan Penjelasan Presiden RI terkait peristiwa seputar turunnya Soeharto. Menarik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s