Konsep Restoran (Sangat) Unik di Lebanon, Nanjing, Singapura, dan Taiwan

Ide segar untuk bisnis kuliner memang tidak ada habis-habisnya. Unik dan lezat. Inilah dua kata kunci yang sangat dibutuhkan agar bisnis kuliner digemari oleh konsumen. Untuk itu, hal utama yang perlu digarap sebelum memulai bisnis kuliner atau restoran adalah mencari konsep yang unik yang belum pernah ada sebelumnya. Keunikan konsep tidak hanya pada menu makanan yang disajikan namun juga pada desain tempat dan properti yang digunakan. Di bawah ini, saya akan memaparkan beberapa contoh restoran yang sangat unik di Lebanon, Nanjing, Singapura, dan Taiwan. Restoran-restoran ini memiliki benang merah yang sama: kekerasan.

Ya! Kekerasan merupakan kata yang paling sering kita dengar dalam berbagai berita di televisi. Kekerasan karena konflik terus menggema di kawasan Timur-Tengah dan tak terhitung berapa banyak manusia yang berdarah-darah. Maraknya kejadian-kejadian semacam inilah yang mungkin menginspirasi para pemilik restoran. Di Lebanon, misalnya. Sebuah restoran unik bertema militer berdiri di awal Juni 2008 dengan nama Buns and Guns Restaurant. Restoran ala militer yang berdiri di zona keamanan Hizbollah ini diinspirasi oleh pertempuran demi pertempuran antara Hizbollah dengan pasukan keamanan pemerintah Lebanon yang telah memakan banyak korban jiwa.

Aroma militer memang sudah terlihat pada desain restoran, properti yang digunakan serta seragam militer yang digunakan oleh para pegawai restoran. Dari billboard-nya yang bergambar hamburger dan pistol, pengunjung dapat langsung melihat motto restoran ini: “Sebuah roti dapat membunuhmu!” Tenang. Bukan berarti roti yang disajikan mengandung racun mematikan. Restoran ini hanya ingin mempertegas tema militer yang mereka usung. Di bagian muka restoran, tumpukan karung pasir menjadikan tempat ini sungguh mirip dengan markas militer. Belum lagi desain interiornya yang banyak memajang peralatan militer. Salah satunya adalah peluru sungguhan. Aura restoran makin terbangun dengan background musik yang digunakan yakni suara desingan peluru.

Bagaimana dengan menu makanan yang disajikan? Sebenarnya model makanan yang disajikan tidak berbeda jauh dengan restoran lainnya. Ada sandwich, stik, kentang goreng, dan pizza. Yang unik adalah modifikasi nama-nama yang digunakan. Menu yang disajikan, antara lain stik daging bernama AK-47 Kalashnikov, roti bernama Terrorist Bread, ayam panggang berjudul Magnum Pistol, dan kentang goreng granat. Nama-nama yang ‘aneh’ ini tentu saja semakin memancing rasa penasaran dari para calon pengunjung.

Keunikan restoran ini pun sempat membuat beberapa calon pengunjung terkecoh. “Awalnya saya kira tempat ini adalah toko senjata. Namun kemudian kami mendapati bahwa tempat ini ternyata adalah restoran”, kata Amr nahas, seorang pengunjung yang kemudian memesan ayam panggang Magnum Pistol dan kentang goreng granat. Meskipun demikian, Buns and Guns Restaurant ini sama sekali tidak mengandung unsur politik dan tidak terkait sama sekali dengan Hizbullah. Semuanya murni bisnis. Hasilnya, restoran yang tergolong baru ini selalu dipadati pengunjung.

Dari aroma perang di Lebanon, kita menuju ke sebuah bar di Nanjing, China. Jujur saja, saya agak bingung dengan konsep restoran ini yang memang benar-benar mengusung tema kekerasan. Pasalnya, bar bernama The Rising Sun Anger Release Bar ini memperbolehkan para pengunjung memecahkan gelas, memaki-maki dan bahkan memukul pelayan baru yang telah mendapat latihan khusus. BBC mencatat bahwa bar ini mempekerjakan 20 orang yang dibekali perlengkapan pelindung dan latihan fisik untuk mempersiapkan diri saat bekerja. Tamu bahkan dapat meminta mereka untuk mengenakan busana seperti sosok orang yang ingin mereka hajar. Tampaknya, bar ini lebih cenderung mengutumakan pelepasan stress atau pelampiasan kemarahan para pengunjung. Untungnya, bar ini menyediakan jasa konseling bagi mereka yang mengalami stress yang sangat berat. Uhhh….

Kekerasan pasti menghasilkan korban. Dan tempat yang paling banyak menampung para korban adalah rumah sakit. Sebuah bar di sudut di Singapura, Clarke Quay, menyajikan konsep rumah sakit dengan nama Clinic. Meja resepsionis didesain menyerupai peti mati. Lampu penerangan yang digunakan berbentuk lampu operasi yang sangat besar. Selain menggunakan meja operasi sebagai meja makan, tempat duduk restoran ini menggunakan kursi dorong berwarna emas. Pisau bedah, tabung infus dan suntikan pun digunakan untuk makan. Waw, saya takut jarum suntik….

Selanjutnya, mari kita lihat Taiwan. Restoran-restoran di Taiwan sudah sangat terkenal memiliki aneka desain yang sangat unik. Desain restoran yang paling terkenal dari Taiwan adalah restoran toilet yang sudah pernah saya bahas dalam tulisan sebelumnya. Terkait rumah sakit, Taiwan memiliki sebuah restoran berkonsep rumah sakit bernama D.S. Music Restaurant. Sebuah ‘bed’ dapat diisi oleh 10 orang pengunjung. Minuman pun disajikan ke gelas dengam menggunakan tabung infus berikut talinya. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati tarian dari para pegawai restoran berbusana suster ‘bertelinga kelinci’ tiap akhir minggu. Penopang kaki dipajang di dinding restoran dan kursi roda diparkir di area lobi. Toiletnya pun menggunakan konsep ruang gawat darurat. Sang pemilik, Ou Chia Hao mangakui bahwa keistimewaan pelayanan sangat dibutuhkan mengingat persaingan antar bisnis restoran yang sangat ketat.

Masih terkait dengan kekerasan, Taiwan juga memiliki sebuah restoran yang menggunakan konsep penjara. Restoran ini terletak di Ying Tsai Road dengan nama The Jail. Restoran ini berbentuk ruang-ruang penjara. Pada saat memasuki restoran, pengunjung dibawa menuju ‘sel’nya masing-masing oleh pegawai restoran yang mengenakan topi dan pakaian penjara. Di dalam penjara inilah pengunjung dapat duduk dan kemudian menikmati beragam menu. Tapi tenang saja. Menu makanan yang disajikan bukanlah menu penjara. Beragam makanan khas China dengan harga yang terjangkau menjadi sajian utama di samping koktail, teh, atau minuman lainnya. Sore hari pk 14.30 hingga pk 17.00 hanya menyediakan minuman dan makanan ringan, kecuali hari Minggu.

Inilah beberapa contoh restoran yang mengusung konsep-konsep unik bertema kekerasan dan rumah sakit. Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa menu makanan yang disajikan oleh restoran-restoran mungkin tidak berbeda jauh dengan restoran lainnya. Yang kemudian menjadi nilai tambah adalah kekhasan konsep yang digunakan baik secara fisik (tempat dan properti) maupun dalam hal non fisik (nama restoran, nama menu dan pelayanan yang diberikan). Hal ini sangat penting diperhatikan mengingat makin ketatnya kompetisi bisnis restoran atau restoran-bar. Akhirnya, catatan bagi kita semua adalah: jadilah manusia yang kreatif!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s