Booming Ponsel China di Indonesia

Ketika berjalan-jalan di Pasar Pagi, Jakarta, mata saya terpaku pada sebuah mainan unik berbentuk miniatur bajaj. Usut punya usut, si pedagang bercerita bahwa mainan miniatur bajaj ini adalah made in China! Bagaimana mungkin? Bukankah bajaj adalah kendaraan khas Jakarta? Lantas sang pedagang mengemukakan bahwa mainan ini memang didesain oleh orang Indonesia, namun diproduksi di China yang ongkos produksinya jauh lebih kecil daripada Indonesia. Tak lama kemudian, sebuah majalah terbitan Jakarta, ChinaTown (edisi 9, Juli 2008), memuat berita mengenai booming Ponsel China yang ternyata didesain pula di Indonesia. Bedanya, desain ponsel ini dilakukan sendiri oleh para pengusaha ponsel China.

Majalah yang sama menuturkan bahwa ponsel yang sudah jadi, dikirim bersamaan dengan asesorisnya seperti charger, handsfree, dan kabel data. Sedangkan proses packagingnya dikerjakan di Indonesia dengan membuat sendiri dus pembungkus, buku manual, stiker, dan kartu garansi (CT, hlm 10). Uniknya, ponsel China ini memiliki fitur yang cukup lengkap dengan kisaran harga jauh di bawah ponsel-ponsel ternama seperti Nokia, Sony Ericsson, Samsung, Motorola, LG, dan lain-lain. Ponsel China seperti IMO, G-Star, ZTE, My-G, D-One, Virtu-V, K-Touch dan Hi-Tech dengan beragam tipenya pun tidak lagi menjadi nama yang sangat asing.

Market share ponsel China di Indonesia, terlepas dari berbagai kelemahannya, ternyata kian membesar dengan angka penjualan yang terus bertumbuh secara signifikan. Itu sebabnya dalam majalah CT dikatakan bahwa para pebisnis ponsel mengklaim bahwa posisi pasar ponsel China saat ini sedang booming. Seperti yang telah diduga sebelumnya, faktor utama di balik booming ponsel China ini adalah ketepatan dalam membidik target pasar. Dengan kisaran harga yang relatif murah, Rp 300.000 hingga Rp2 jutaan, segmen ponsel China benar-benar tepat sasaran.

Di samping mayoritas masyarakat Indonesia berasal dari kalangan middle-low, kultur ponsel sebagai bagian dari hidup juga turut berpengaruh. Ponsel tidak lagi menjadi barang mewah melainkan sudah menjadi ‘kebutuhan sehari-hari’. Tidak berhenti hingga pada kebutuhan sehari-hari, ponsel bahkan menjadi lambang prestise. Artinya, fungsi ponsel yang diinginkan konsumen tidak semata selesai hingga layanan telepon dan pesan singkat. Fitur-fitur ponsel masa kini seperti kamera, walkman/MP-3, 3-G, Java, TV analog, dual sim card dan lain-lain banyak diincar oleh calon konsumen, tak terkecuali mereka dari kalangan middle-low.

Ponsel China menawarkan berbagai fitur yang tidak kalah menarik dengan merek-merek ternama. Fitur mobile TV dimiliki oleh nyaris seluruh ponsel China. Majalah CT menulis bahwa fitur ini mampu menampilkan tayangan televisi tanpa biaya apapun, bahkan tanpa memotong pulsa si pengguna. Ponsel ini pun telah terintegrasi dengan sebuah TV receiver yang mampu menangkap gelombang televisi untuk kemudian ditampilkan di layar ponsel.

Salah satu contoh ponsel China yang memiliki fitur mobile TV adalah Beyond B868. Ponsel ini didukung oleh layar lebar berukuran 3 inchi dengan kedalaman 262.000 warna. Ponsel ini memiliki desain unik candy bar dengan ukuran 57mm x 116mm x 16mm. Layak dinilai sebagai sebuah ponsel berdesain ergonomis. Warna yang digunakan untuk membalut casingnya adalah dominasi warna putih glossy. Pada baterai yang digunakan, waktu siaga mampu mencapai 150 jam sedangkan waktu bicara 5 jam. Ponsel ini sekaligus dilengkapi kamera VGA dengan resolusi maksimal 640 x 480 pixel. Harganya? Antara Rp. 1.990.000 hingga Rp. 2.100.000!

Ponsel China juga telah dilengkapi dengan fitur hiburan seperti radio, MP-3 Player, MP-4 Player, kamera, dan bluetooth. Fasilitas dual sim-card yang kini booming di Indonesia pun tersedia. Ponsel China seperti ZTE, D-One dan Hi-Tech mengusung HP mode dual on bersama dengan Samsung, Motorola, dan LG dengan harga yang relatif lebih murah.

Dengan harga yang relatif murah, tak heran bila ponsel-ponsel China menjadi alternatif yang menarik, terutama bagi mereka yang berasal dari kalangan middle-low. Bagaimana dengan aktivitas promosinya? Di Indonesia, promosi masih banyak dilakukan melalui media cetak. Di beberapa negara seperti di Taiwan, promosi pun banyak dilakukan melalui media televisi. Fitur mobile TV menjadi salah satu keunggulan ponsel-ponsel China di mancanegara. Dalam salah satu iklannya di sebuah stasiun televisi Taiwan, saya sempat melihat bahwa fitur mobile TV adalah fitur yang paling sering ditonjolkan. Momen Olimpiade Beijing 2008 pun dimanfaatkan.

Ketika berselancar, saya pun menemukan fakta bahwa booming ponsel China tidak hanya terjadi di Indonesia. Besarnya jumlah ekspor dapat menjadi salah satu bukti cukup tingginya minat komunitas internasional terhadap ponsel China. People.com mencatat bahwa pada tahun 2004 China mengekspor 51 juta ponsel dengan nilai total 4,9 milyar dollar AS dalam lima bulan pertama, meningkat lebih dari 100% pada periode yang sama di tahun 2003.

Associated Press mencatat bahwa China telah mengambil alih posisi AS sebagai eksportir barang elektronik terbesar di dunia yang terdiri atas komputer, ponsel dan kamera digital. Laporan yang dilansir oleh OECD menyimpulkan seluruhnya: China telah berhasil mendiversifikasikan produk ekspornya dari produk tekstil (low-tech) menjadi industri elektronik (high-tech).

Lebih lanjut, laporan dari Business Wire tahun 2008 mencatat bahwa ponsel China berfitur GPS bertumbuh pesat pada tahun 2007 di samping fitur lainnya seperti musik dan kamera. Business Wire juga mencatat bahwa ponsel GPS memang memiliki tingkat penetrasi yang masih rendah, namun tingkat pertumbuhan penjualan yang tinggi memberikan sinyal bahwa ponsel China dengan fitur ini memiliki pangsa pasar yang sangat menjanjikan di masa mendatang.

Bagaimana dengan masalah kualitas yang selama ini menjadi kekhawatiran banyak pihak? Tak dapat dipungkiri bahwa beragam kelemahan masih banyak terjadi. Beragam masalah, mulai dari hal fisik seperti casing yang cacat, kamera yang tergores, tombol yang tidak berfungsi hingga terkait masalah internal seperti perbedaan kapasitas memori memang seringkali ditemui. Meskipun demikian, kelemahan ini ternyata tidak serta-merta menurunkan jumlah penjualan ponsel-ponsel China di Indonesia.

Ketersediaan suku cadang dan layanan purna-jual sudah semakin terjamin. Majalah CT mencatat bahwa seiring perjalanan waktu yang didukung persaingan bisnis yang makin ketat, para vendor, principal atau distributor tunggal merek ponsel China terus berbenah. Jika tidak, mereka akan tergusur dari pentas persaingan terlebih pesaing yang dihadapi adalah ponsel merek-merek ternama yang telah memiliki jaringan pemasaran dan layanan purna-jual yang luas di Indonesia (CT, hlm 12). Meski demikian, calon konsumen sebaiknya tetap berhati-hati dalam memilih dan membeli ponsel buatan China.

Booming ponsel China ini bukan berarti harus ditakuti oleh produsen ponsel Indonesia. Banyak celah yang sebenarnya dapat dimanfaatkan oleh pengusaha lokal. Salah satunya adalah seperti yang dilakukan oleh Vice PT President Smile Telecom yang memproduksi merek ponsel Swaahoo, Paul Tzang. Meski masih tergolong pemain baru di dunia ponsel domestik, Paul Tzang tetap optimis. Ia bahkan berani me-launching 11 ponsel baru di pasar lokal. Menurutnya, pasar ponsel Indonesia sangat potensial bahkan menjadi salah satu negara dengan pangsa pasar ponsel terbesar. Setiap bulan hampir sejuta ponsel terjual dengan peredaran mencapai angka 50 juta.

Paul Tzang juga banyak menemukan celah pasar yang belum banyak tergarap. Menurutnya, mayoritas produk ponsel dengan tipe dual series belum banyak yang memiliki Bluetooth. Dengan celah inilah Paul Tzang memproduksi ponsel dual series dengan fasilitas Bluetooth ditambah kamera depan (web-cam) dan kamera belakang. Speaker gandanya juga menghasilkan suara yang halus. Harganya? Tidak berbeda jauh dengan harga ponsel China: dua kali lipat lebih murah dibanding ponsel bermerk dengan teknologi yang hampir sama canggihnya. Berkaca dari booming ponsel China, strategi produksi dan pasar tentu menjadi kunci yang harus dikuasai. Kultur konsumen dan segmentasi produk pun patut menjadi bahan pertimbangan penting.

Advertisements

7 thoughts on “Booming Ponsel China di Indonesia

  1. wah bener bgt syl,,henpon china sekarang meraja gtu,,gw kmren waktu mu bli pulsa di bec,ampe ditawarin ama henpon yg bisa tv,ampe ditiap stand beda2 tuh merknya,,dan lgi meski kualitas barang china merk bisa gw bilang nomer 2 lah dri merk jepang ato merk korea,dan sepenelusuran gw ttg henpon china,,gw bilang teknologinya bisa lbih canggih dripada henpon2 ternama yang masuk ke indonesia,klo yg ga masuk indo sih,indo ga mungkin masukin ya,(sparepartnya mahal gtu,buktinya pas gw keilangan batre LG gw yg masi asli korea,mesennya lama ,trus mahal bgt lgi),soalnya henpon china,berani di fitur,,gile ampe charger solar cell aja ada yg produksi,salut dah gw..

  2. Yap. Produsen HP China memang menitikberatkan keunggulan produknya pada fitur ketimbang kualitas. Makanya kalo berencana mau beli HP China harus ekstra hati-hati dan teliti. Banyak HP yang radiasinya nggak terlalu aman buat ksehatan. Banyak juga HP China ‘bajakan’ yang nggak ada lisensinya. ^_^ Meski begitu, mereka terus berupaya ningkatin kualitas produknya. Menurut kabar, mereka pun berencana bikin HP segmen atas alias HP standar sd mahal yang nggak semurah sekarang ini. Let’s see!

  3. saking hebatnya permainan dagang hp china, banyak pemain nyeberang dan di hijacked pemainlain. perng hp bukan hanya merk aja, tetapi jg di level SDM.
    seperti halnya paul tzang, skrg di hijacked ama vendor hape merk alcatel cross, perusahaan corporasi produsen mochin motor viar, LCD monitor dan laptop advan digital.
    pedro chang dari titan ke e-touch, denny widjaja dari d-one ke gstar….

  4. Ya betul! SDM PLUS likuiditas modal yang kuat memang jadi salah satu kunci penting permainan dagang, terutama di level manajemen. Networking, kualitas strategi, pengalaman dagang mutlak diperlukan apalagi persaingan HP China ketatnya bukan main. Ga aneh klo ‘red hunters’ merajalela di mana-mana…

  5. yang jelas ponsel china gak ada yang 3G…sy pribadi kurang suka hp2 merk china…kesan dari fisiknya udah ngga’ banget..materialnya plastik murahan…

  6. Memang betul sekali, HP China tampaknya akan menjatuhkan raksasa GOLIAT & itu bisa sangat mungkin terjadi…ibarat diserang pake ketapel dengan batu jutaan ke arahnya maka GOLIAT pun akan jatuh juga..
    Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s