Cantik dan Kepentingan Nasional China

Cukup mengejutkan ketika nyaris seluruh media massa internasional serentak membawa berita kontroversial perihal lip-sync yang dilakukan oleh penyanyi cilik China, Lin Miaoke (9 tahun). Pada pembukaan Olimpiade Beijing 2008 yang spektakuler, Lin Miaoke ‘melantunkan’ lagu “Ode to the Motherland” di panggung utama stadion Bird’s Nest yang disaksikan oleh lebih dari 91.000 orang. Beberapa hari kemudian, terungkap bahwa pelantun sesungguhnya dari lagu patriotik ini adalah seorang gadis berusia enam tahun yang bernama Yang Peiyi. Pemberitaan yang gencar dari media massa atas masalah ini langsung menghebohkan komunitas internasional.

Kantor berita AFP menyebutkan bahwa alasan utama di balik hal ini adalah tampilan fisik dari Yang Peiyi yang ‘tidak terlalu cantik’. Yang Peiyi dinilai memiliki pipi yang terlalu bulat dengan gigi yang tidak rata sehingga dirasakan tidak menarik untuk ditampilkan di panggung. Desainer umum musik pembukaan Olimpiade Beijing, Chen Qigang, dalam sebuah wawancara radio pada hari Minggu (14 Agustus) mengatakan bahwa semuanya dilakukan demi kepentingan nasional China. “Alasan utama mengapa Yang Peiyi tidak ditampilkan adalah karena kami ingin menampilkan citra yang tepat, kami berpikir apa yang terbaik untuk China. Anak di depan kamera harus terlihat menarik dalam gambar, perasaan, dan ekspresif,” ujarnya. Chen bahkan memberi penekanan: “Ini adalah sebuah hal yang sangat penting, benar-benar hal yang sangat seirus. Saya rasa, ini adil baik bagi Lin Miaoke maupun Yang Peiyi.”

Yang lebih mengejutkan, penggantian ini diperintahkan langsung oleh anggota politbiro partai berkuasa yaitu Partai Komunis China. AFP, seperti yang dikutip Kompas (14 Agustus) juga memberitakan bahwa foto-foto Lin Miaoke yang mengenakan baju merah menghiasi koran-koran dan internet di seluruh dunia. Koran milik pemerintah, China Daily, bahkan menyebut bahwa Lin akan menjadi bintang. Chen juga mengatakan bahwa keputusan akhir agar Lin melakukan lip-sync untuk suara anak lain dilakukan setelah anggota senior politbiro Partai Komunis China menyaksikan latihan. “Lin Miaoke luar biasa untuk hal itu. Tapi, untuk soal suara, Yang Peiyi yang sempurna, seluruh anggota tim sepakat.”

Padahal, dalam sebuah konferensi pers dengan para reporter China usai upacara pembukaan Olimpiade, sang sutradara yang juga pernah memperoleh nominasi Oscar, Zhang Yimou sempat memuji Lin Miaoke: “Ia sangat lucu dan juga menyanyi dengan baik”.

Bagaimana masyarakat menanggapi hal ini? International Herald Tribune (12 Agustus) mencatat beberapa di antaranya: “Tolong selamatkan sedikit kebenaran dalam anak-anak kami! Mereka pikir senyum Yang Peiyi tidak cukup menggemaskan? Apa yang kami butuhkan adalah kebenaran, bukan kecantikan palsu” tulis seseorang dengan nama online Weirderhua. Yang lain menambahkan: “Anak-anak tidak bersalah. Jangan kontaminasi pikiran mereka!” Lantas bagaimana dengan tanggapan dari Yang Peiyi sendiri? Dalam sebuah wawancara dengan China Central Television (CCTV), Peiyi mengatakan: “Bagi saya tidak masalah. Suara saya digunakan untuk pertunjukkan. Saya pikir itu cukup.”

Kejadian ini tentu semakin membuka mata dunia bahwa China benar-benar ingin tampil sempurna dalam penyelenggaraan Olimpiade Beijing 2008. Seperti yang diungkapkan oleh Chen, masalah ‘kecantikan’ pun akhirnya menjadi hal yang sangat penting dan berkaitan dengan kepentingan nasional China. Kita mungkin masih menerka-nerka apa sesungguhnya kaitan antara definisi kepentingan nasional China dengan penampilan yang cantik dari Lin Miaoke. Satu hal yang dapat dipastikan adalah bahwa China tidak semata-mata menekankan citra positif dalam hal berperilaku. China juga ingin menampilkan citra positif dalam tampilan fisik sebagai manifestasi dari segala hal positif yang dimiliki China. Itu sebabnya China memadukan antara wajah paling ayu dan suara paling merdu untuk merepresentasikan “Ode to the Motherland” dengan sempurna.

Demi mencapai ‘kesempurnaan’ ini, beberapa penampilan dalam upacara pembukaan Olimpiade juga dilakukan melalui metoda animasi dengan cara direkam terlebih dahulu. Tidak mengherankan bila berbagai media massa serta komunitas internasional bersikap sinis dan memberikan stigma bahwa kemegahan upacara pembukaan Olimpiade Beijing 2008 adalah palsu. Meskipun Peiyi mengaku tidak keberatan dan ayahnya mengatakan bahwa Peiyi dan Miaoke adalah dua orang teman, secara tidak langsung perlakuan ini merupakan perlakuan diskriminatif terhadap manusia atas nama kepentingan nasional. Masalahnya, kepentingan nasional China berada di atas segalanya. Maka dunia pun tidak dapat berbuat banyak…..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s