Putra Mahardika

Hari ini
16 Agustus 1945 tepat pk 05.00 WIB
Kutatap bendera merah putih dalam genggaman
Kudengar Wikana mendesak Sang Pemimpin Besar
Ah…
Ingin sekali rasanya aku cepat melihat
Merah putih ini berkibar abadi
Dalam daulat bangsaku!

Hari ini
16 Agustus 1945 pukul 24.10 WIB, Myakodori Jakarta
Aku tercenung
Demikian sulitkah sebuah bangsa meraih kemerdekaannya
Kulihat Sang Pemimpin Besar berpeluh
Menulis-menggosok-membuang-menulis-menyeka peluh-berpikir
Saat tangan Sayuti Melik mulai bergerak lincah
Kutahu bahwa merah putih akan segera berkibar
Dalam daulat bangsaku!

Hari ini
17 Agustus 1945 pk 10.00 WIB
Sang Pemimpin Besar menyatakan
Dengan ini kemerdekaan Indonesia

Aku berlari…
Aku berlari dan mengibarkan merah putih dalam genggaman
Satu hembusan angin mengibarkan impianku dengan gagah
Di tanah tempatku berjuang
Tanah tempat kubernaung
Ya Tuhanku, semoga daulat ini abadi!
Indonesia Rayaku tetap merdeka!

Dan hari ini
17 Agustus 2008
Kupandang merah putih dalam kibarnya yang indah
Dalam sayup seruan Wikana-Wikana masa depan
Tangkap-bohong-saya tak bersalah
Korupsi -krisis-miskin-lapar-malas

Sekali lagi hambaMu yang renta ini bersujud:
Ya Tuhanku, semoga daulat ini abadi!
Indonesia Rayaku tetap merdeka!

Sylvie Tanaga
Bandung, 17 Agustus 2008 pk 12.44 WIB

Advertisements

5 thoughts on “Putra Mahardika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s