Diplomasi Meja Makan

To say nothing, especially when speaking, is half the art of diplomacy
Will Durant (1885 – 1981)

Bukan merupakan hal asing apabila para diplomat mengatakan bahwa sebagian besar kunci keberhasilan dalam kegiatan berdiplomasi, ditentukan dalam perbincangan-perbincangan dalam suasana yang bersifat informal. Perbincangan informal diyakini menumbuhkan suasana yang dapat mencairkan kekakuan. Salah satu wujud diplomasi informal yang populer adalah diplomasi di meja makan.

Nyaris tidak ada orang yang tidak menyenangi jamuan makan. Perbincangan di meja makan membawa nuansa kekeluargaan yang jauh dari kesan formal. Perbincangan di meja makan juga menjadi instrumen penting untuk saling memahami satu sama lain, dari ‘hati’ ke ‘hati’. Jika kita mencermati pengalaman pribadi, kegiatan makan tidak sekedar demi memenuhi kebutuhan naluriah manusia. Adakalanya perbincangan di meja makan mampu memecahkan kebuntuan dan menjadi awal yang sangat baik untuk memulai hubungan. Oleh karena itu, meja makan dimanfaatkan sebagai sarana berdiplomasi.

Pemanfaatan acara makan sebagai sarana berdiplomasi, memang tidak secara langsung dapat memecahkan seluruh permasalahan. Meski demikian, perbincangan di meja makan secara psikologis akan membangun suasana yang penuh keakraban. Tak jarang diplomasi di meja makan akhirnya menjadi strategi awal untuk meraih simpati dan persahabatan. Persahabatan informal antar pelaku diplomasi yang mulai terbangun di meja makan ini, diharapkan akan meluas dalam hubungan formal. Alhasil, diplomasi meja makan pun menjadi pilihan favorit para diplomat maupun para pelaku bisnis internasional.

Diplomasi di meja makan bukan merupakan sesuatu yang baru. Meskipun tidak mendapatkan pemberitaan dari media massa sebesar diplomasi formal, diplomasi di meja makan menjadi sebuah alternatif penting yang sering digunakan oleh negara-negara. Sudah tak terhitung berapa banyak diplomasi meja makan yang diadakan negara untuk berbagai tujuan mulai dari sekedar menjalin dan mempererat persahabatan hingga memecahkan konflik.

Di awal masa pemerintahannya, Bush sempat mengundang Putin beserta istri mengunjungi kediaman pribadinya di Texas untuk kemudian bersantap bersama. BBC menggambarkan jamuan makan ini sebagai jamuan makan ‘pasangan di perkotaan’ daripada jamuan makan antar kepala negara pemilik nuklir terbesar di dunia. Kunjungan jamuan makan ini menjadi sebuah awal yang sangat positif bagi hubungan AS-Rusia meski belakangan hubungan kedua negara belum berjalan semulus harapan semula.

Diplomasi meja makan yang cukup fenomenal juga terjadi ketika Menlu AS, Condoleezza Rice dan presiden Libya, Moammar Khadafi berbuka puasa bersama pada awal September 2008. Saat bersantap malam bersama, keduanya digambarkan terlihat sangat santai, mesra dan bahkan penuh tawa. Kunjungan ini Rice ini menjadi kunjungan pertama seorang Menlu AS selama 55 tahun terakhir setelah hubungan kedua negara yang sangat buruk. Bagaimana tidak, serangan pesawat pengebom AS ke Libya tahun 1986, menyebabkan seorang putri angkat Khadafi dan 40 orang lainnya tewas. Khadafi membalasnya dengan meledakkan pesawat Boeing 747 Pan Am di atas Skotlandia tahun 1988 dengan 270 orang tewas.

Diplomasi meja makan pun tidak hanya dilakukan untuk kepentingan politik. Secara statistik, jumlah diplomasi meja makan justru lebih banyak dilakukan antar komunitas internasional dalam kaitannya dengan diplomasi ekonomi. Artinya, diplomasi di meja makan banyak sekali dilakukan oleh para pelaku bisnis internasional.

China merupakan salah satu contoh negara yang sangat mengutamakan diplomasi meja makan untuk menarik minat investasi asing. Buku menarik karya Tim Clissold berjudul Mr. China yang bercerita tentang perjalanan investor AS di China, menggambarkan hal ini. Dalam buku tersebut diceritakan bahwa calon investor yang baru saja berkeliling untuk melihat pabrik komponen di kota Changchun, diundang makan malam oleh walikota Changchun yang sangat menginginkan investasi asing.

Berbagai jenis masakan khas China yang unik seperti paru-paru sapi dengan saus cabe, perut bebek, sayur asin, akar teratai rebus, ikan pari panggang, paha menjangan dan bir menjadi menu yang segera mencairkan suasana. Di sela-sela jamuan makan, sang walikota bercerita ringan mengenai ambisi Changchun. “Yang harus Anda lakukan hanyalah memberi kami beberapa pabrik yang bagus dan kami akan menyalakan sumbunya. Ini akan menjadi ledakan ekonomi yang akan tercatat dalam sejarah dunia!” demikian sang walikota berkata. (Clissold, Hlm 73).

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) pun ternyata telah memasukkan jamuan makan sebagai instrumen diplomasi. KBRI di Tokyo, misalnya, sudah berupaya menggalakan upaya diplomasi informal termasuk jamuan makan untuk menarik minat investor Jepang yang terkesan masih ragu-ragu dalam berinvestasi di Indonesia.

Sebagai langkah nyata, KBRI di Tokyo telah mengadakan jamuan makan dengan mengundang FEC (The International Friendship Exchange Council) yakni kelompok bepengaruh di Jepang yang terdiri atas pimpinan perusahaan multinasional Jepang, para akademisi dari berbagai perguruan tinggi ternama dan para mantan dubes Jepang. diadakan dua pekan menjelang kunjungan PM Shinzo Abe ke Jakarta. Hasilnya, perjanjian kerja sama ekonomi dalam kerangka EPA (Economic Partnership Agreement) pun ditandatangani oleh Shinzo Abe dan SBY.

Meskipun sangat menjadi sebuah alternatif yang baik, perlu dicatat bahwa diplomasi di meja makan tetap membutuhkan kontinuitas. Diplomasi di meja makan merupakan langkah awal yang baik untuk memulai dan mempererat hubungan, namun tidak menjadi jaminan hubungan yang langgeng. Kerjasama dan pertemuan lebih lanjut antar pelaku diplomasi, tetap dibutuhkan. Paling tidak, secara psikologis meja makan sudah terbukti cukup efektif dalam mencairkan ketegangan. Bukankah sangat kecil kemungkinan bagi kita melihat Moammar Khadafi dan Condoleeza Rice tertawa-tawa bersama dalam sebuah forum internasional yang bersifat formal?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s