Melirik Asian Beach Games Bali 2008

Bangga rasanya Indonesia terpilih sebagai tuan rumah pertama penyelenggaraan Asian Beach Games 2008 yang berlangsung tanggal 18-26 Oktober 2008. Berbagai persiapan pun digelar mulai dari pemilihan maskot, lambang, lokasi-lokasi pertandingan, upacara pembukaan dan penutupan, hingga persiapan dari para atlit Indonesia itu sendiri. Dengan mengusung slogan “Inspire the World”, Asian Beach Games 2008 diikuti oleh 42 negara di Asia dengan cabang olahraga yang dipertandingkan berjumlah 17 dengan total medali yang diperebutkan sebanyak 1.090 (340 emas, 340 perak, 410 perunggu).

Upacara pembukaan yang berlangsung dengan meriah dan eksotis pun telah berlangsung. Pembukaan ini antara lain ditandai dengan tarian selamat datang oleh 100 penari tradisional Bali dan pelepasan 80 ekor merpati. Tari kolosal yang menggambarkan latar belakang dilaksanakannya Asian Beach Games juga turut dipertunjukkan. Tarian ditutup dengan lagu To be One yang dinyanyikan Andre Hehanusa (Indonesia), Christian Bautista (Filipina), dan Mark Lazzaro (India). Adapun tema lagu Asian Beach Games, Inspired the World, dinyanyikan oleh Reza Artamevia dengan iringan Erwin Gutawa Orchestra. Sebuah pertunjukkan yang sangat meriah.

Pertunjukkan ini semakin bermakna dengan hadirnya Presiden Olympic Council of Asia (OCA) Sheikh Ahmad Al-Fahad dan Presiden International Olympic Committee (IOC) Jacques Rogge.

Senada dengan kedua petinggi ini, SBY berharap agar penyelenggaran Asian Beach Games 2008 ini dapat menjadi ajang untuk meningkatkan tali persaudaraan antarbangsa dan sarana untuk harmonisasi antar peradaban. Adapun misi penting dari Asian Beach Games 2008 ini adalah menunjukkan kepada dunia akan peran penting Asia pada abad ke-21. Pada dasarnya, Asia memiliki kompetensi besar di semua bidang, mulai dari ekonomi, teknologi, seni, hingga olahraga. Setuju.

Hal menarik lain yang terlihat dari penyelenggaraan Asian Beach Games 2008 terkait dengan hal manajemen acara, prestasi, dan dampak dari Asian Beach Games 2008 terhadap pariwisata Indonesia. Asian Beach Games 2008 ini dapat menjadi sebuah pembelajaran yang sangat baik bagi Indonesia.

Pertama adalah masalah manajemen acara. Mengatur sebuah acara olahraga berskala internasional jelas bukan perkara mudah. Ada banyak hal yang perlu dipikirkan mulai dari masalah sponsor hingga detail acara. Sejauh ini, penyelenggaraan acara sudah berlangsung dengan lancar. Dana pun aman. Hanya saja masih ada beberapa hal yang masih perlu terus dibenahi. Misalnya daftar detail acara yang sering dikeluarkan mendadak (H-1) oleh panitia hingga memusingkan para atlit maupun para wartawan yang datang meliput. Nah, ada baiknya kekurangan-kekurangan ini dicatat sebagai bahan pembelajaran penting agar tidak terulang kembali di masa-masa yang akan datang.

Kedua adalah perihal prestasi, dalam hal ini adalah prestasi atlit Indonesia yang berlaga di ajang Asian Beach Games 2008. Sejauh ini, prestasi yang sudah ditampilkan oleh para atlit Indonesia memang luar biasa. Awalnya, Pelatnas tidak berani memberikan target medali yang akan diraih dengan alasan kejuaraan ini baru pertama kali digelar. Indonesia masih belum dapat menerka peta kekuatan negara lain. Meski demikian, para atlit ini sudah ‘digembleng’ dua setengah bulan sebelum pertandingan berlangsung. Hasilnya, lima medali emas dissabet pada hari kedua. Prestasi ini jelas luar biasa, namun jangan membuat Indonesia cepat berpuas diri.

Berikutnya adalah dampak dari Asian Beach Games 2008 terhadap perkembangan pariwisata Indonesia. Dampak penyelenggaraan Asian Beach Games 2008 terhadap pariwisata Indonesia dalam jangka panjang memang masih belum terlihat. Sejauh ini, diperkirakan ada 15 ribu turis yang datang ke Bali dalam rangka Asian Beach Games 2008. Di sinilah Indonesia harus memperlihatkan kinerja profesionalnya dalam dunia pariwisata, khususnya pariwisata Bali yang sudah mulai berdenyut pasca peristiwa Bom Bali. Apalagi Bali sudah dikenal sebagai tuan rumah berbagai konferensi internasional.

Meski demikian upaya peningkatan pariwisata yang selama ini menjadi sumber penting PAD Bali, seharusnya tidak semata-mata dinilai berdasarkan angka statistik. Penyelenggaraan Asian Beach Games 2008 jangan hanya menjadi ladang investasi yang berproyeksi pada peningkatan jumlah kunjungan turis. Penyelenggaraan Asian Beach Games 2008 harus memuat unsur kearifan lokal.

Kearifan lokal dalam hal ini bukan hanya ditunjukkan dengan penggunaan burung jalak sebagai simbol Asian Beach Games 2008, penampilan tarian adat Bali dalam pembukaan/penutupan Asian Beach Games 2008, ataupun pakaian adat Bali yang dikenakan para pejabat pada saat pembukaan Asian Beach Games 2008. Bukan! Kearifan lokal di sini memerlukan keterlibatan langsung masyarakat lokal sebagai motor penggerak pariwisata. Pemerintah harus memacu industri kreatif dari masyarakat lokal seperti produk kriya etnik dalam bentuk cendera mata dan lukisan-lukisan.

Tidak hanya itu, industri pariwisata pun harus memperhatikan aspek penataan, pengelolaan, dan pelestarian kawasan. Artinya, kepentingan lingkungan jangan sampai dikorbankan atas nama pariwisata. Rasanya tidak lucu jika pantai-pantai atau jalan-jalan di Bali hanya bersih selama penyelenggaraan Asian Beach Games 2008 saja. Sama tidak lucunya dengan rencana pemkot Bandung membangun rumah makan dan butik di hutan kota Babakan Siliwangi atas nama peningkatan pariwisata dan PAD.

Lebih dari itu, dipercayanya Indonesia sebagai tuan rumah Asian Beach Games 2008 harus menjadi pendorong semangat untuk meningkatkan industri pariwisata di seluruh tanah air. Pariwisata yang dikembangkan tidak mesti dikembangkan secara seragam di setiap wilayah di Indonesia. Itu sebabnya grand design pariwisata yang tidak hanya berbicara mengenai acara-acara ataupun angka statistik, sangat dibutuhkan. Apalagi Indonesia memiliki potensi pariwisata yang sangat besar dan nyaris lengkap.

Singapura yang hanya mengandalkan pariwisata belanja dan kesehatan terbukti dapat mengungguli Indonesia. Mengapa? Kuncinya adalah pengelolaan yang profesional dan inovatif serta didukung oleh infrastruktur yang memadai. Tanpa kunci ini, percayalah, Asian Beach Games 2008 hanya akan menjadi acara sesaat. Tidak ada manfaat jangka panjang bagi pariwisata Indonesia (kecuali memberi pengalaman bagaimana cara mengatur ajang olahraga berskala internasional). Akhirnya, jangan sampai slogan “Inspire the World” hanya mampir sekilas dalam sejarah pariwisata Indonesia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s