Diplomasi Mickey Mouse

Siapa yang tidak kenal dengan Mickey Mouse? Gaung tokoh tikus yang lahir pada tahun 18 November 1928 ini telah menggema di mana-mana. Popularitas yang luar biasa ini bahkan menjadikan Mickey sebagai karakter kartun pertama yang menerima bintang Hollywood Walk of Fame pada tahun 1978.

Mengikuti kisah suksesnya di layar televisi dan layar lebar, berbagai merchandise Mickey Mouse pun laris manis diburu para penggemarnya. Logo Mickey banyak digunakan dalam berbagai desain mulai dari T-Shirts, pemanggang roti, pin, mainan, permainan video, karya seni, dan masih banyak lagi. Mickey Mouse pun menjadi simbol ‘budaya baru’ yang mendunia.

Popularitas yang luar biasa ini ternyata tidak membuat industri Mickey Mouse yang berada di bawah label Walt Disney menjadi monoton. Mereka tetap berupaya mengambangkan berbagai inovasi agar karakter Mickey semakin dikenal dunia. Inovasi yang mereka lakukan tidak serbatas dilakukan pada produk merchandise ataupun kartun dan layar televisi. Dewasa ini, Disney aktif mempromosikan Mickey Mouse dan karakter lainnya melalui tur panggung ke berbagai penjuru dunia, termasuk ke wilayah Asia.

Sepanjang tahun 2008, untuk pertama kalinya Disney Live melakukan tur ke Asia seperti Filipina, China, Singapura, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan India. Hebatnya, penampilan langsung atau live show ini digarap secara serius dengan tata panggung yang mencengangkan. Mereka membawa pesona ice skating ke negeri-negeri yang tidak mengenal arena es alami di Asia dengan jumlah rombongan mencapai 100 orang, terdiri dari 80 pemain dan 20 kru.

Di Indonesia, pertunjukan Disney on Ice dan Disney Live Three Classic Fairy Tales  di Senayan yang berlangsung pada 3-10 Oktober 2008 berhasil mengundang decak kagum dari para penonton. Pertunjukan yang juga menampilkan karakter Minnie Mouse, Donald Bebek, dan Goofy ini bahkan mampu membangkitkan emosi yang meninggalkan senyuman di wajah para penontonnya. Pertunjukan Three Classic Fairy Tales pun mempertontonkan variasi dari gerakan berenergi tinggi, ketepatan, dan formasi yang elegan. Sebuah pertunjukkan kelas internasional yang tak diragukan lagi kualitasnya. Tak heran jika Kompas akhirnya menyebut pertunjukkan ini sebagai ‘oase hiburan anak’ di tengah hiburan lain yang kualitas edukasinya amat meragukan.

Lantas apakah pertunjukkan ini hanya menjadi ajang pertunjukkan temporer yang bertujuan mempromosikan karakter Disney ke Asia? Tidak! Pertunjukan Disney di Asia ini juga membawa misi diplomatik dalam kerangka diplomasi budaya. Di tengah maraknya diplomasi kartun yang terus dilancarkan oleh pemerintah Jepang (Hello Kitty dan Doraemon sudah didaulat secara resmi menjadi dubes kartun Jepang), icon Mickey Mouse secara tersirat menyampaikan pesan bahwa diplomasi budaya AS masih produktif dan akan terus ditingkatkan. Contoh nyatanya dapat dilihat di India.

Penampilan tim Disney di Siri Fort Auditorium New Delhi, India pada tanggal 4-6 November 2008 ini berlangsung fantastis. Mickey dan Minnie Mouse mengawali penampilannya dengan tarian-tarian di depan Taj Mahal dengan mengenakan pakaian khas India yakni Sherwani (Mickey) dan Saree (Minnie). Seperti halnya pasangan dalam film-film Bollywood, keduanya menari-nari bersama sejumlah penyanyi Bollywood sambil menyanyikan lagu-lagu khas Bollywood.

Para penonton yang sebagian besar anak-anak nampak bersemangat dan selalu memberikan tepukan tangan pada tiap sesi pertunjukkan, terutama ketika karakter-karakter ini menari dengan mengenakan pakaian tradisional India. “Saya suka dengan pertunjukannya. Luar biasa ketika melihat tokoh-tokoh Disney berbicara dalam bahasa Hindi dan menari-nari dengan lagu-lagu kesukaan kami,” tutur Varun Garg, seorang anak kelas 4 SD di New Delhi.

Kepala humas perusahaan Walt Disney di India, K. Seshasaye, mengatakan bahwa pertunjukan ini sengaja didesain untuk memunculkan karakter Disney dalam budaya lokal India. Dalam kerangka diplomasi ekonomi, pertunjukan ini dilangsungkan dalam rangka mencapai visi perusahaan Walt Disney membangun “perusahaan hiburan keluarga” di India. Pertunjukan ini diharapkan dapat memuaskan para penggemar Disney sekaligus sebagai sebuah upaya memperluas pangsa pasar perusahaan Disney. Sebelumnya, Goofy, Mickey dan Minnie Mouse juga telah bergabung dengan tim Manush Arora dalam Delhi fashion week untuk mempertunjukan sejumlah koleksi busana ala tentara.

Dalam kerangka politis, pertunjukan Mickey Mouse di berbagai penjuru dunia ini juga menjadi simbol karakter Disney yang humanis dan dapat bersinergi dengan budaya lokal. Sebelumnya, seorang Sheikh asal Arab Saudi yang juga diplomat senior kedutaan Saudi di Washington D.C., Mohamed al-Munajid, mengatakan Mickey, Minnie dan karakter tikus lainnya harus ‘dibunuh’ karena tidak sesuai syariah.

Dalam pernyataannya pada stasiun televisi Al Majd tersebut, Mohamed al-Munajid juga mengatakan bahwa tokoh-tokoh kartun Barat seperti Tom and Jerry dan Mickey Mouse sama sekali tidak mendidik anak-anak Saudi. “Tingkah laku mereka (anak-anak) dalam kehidupan sehari-hari menjadi seperti Mickey Mouse. Mickey Mouse telah menjadi agen setan. Itu sebabnya Mickey Mouse harus dibunuh,” ujarnya.

Tuduhan ini sempat dibalas oleh seorang ulama wanita asal Mesir, Suad Saleh. Baginya, pernyataan Munajid justru telah merusak citra Islam. “Setiap pernyataan seharusnya didukung oleh pengetahuan, logika, dan alasan yang masuk akal. Karakter Mickey Mouse memang harus dibunuh dalam sudut pandang Islam. Namun menjadi tidak logis ketika kita harus mempersepsikan tokoh kartun Mickey Mouse sebagai tikus hidup dan kemudian membunuhnya.”

Dengan demikian, diplomasi Mickey Mouse ke negara-negara non-barat menjadi sebuah hal yang sangat menarik. Diplomasi Mickey Mouse yang bersinergi dengan budaya Asia akan membuat tokoh-tokoh kartun asal AS ini bukan hanya akan makin populer namun juga membawa pengaruh positif dalam membentuk citra kartun dan budaya AS seperti yang telah dilakukan oleh pemerintah Jepang.

Karakter Dismey yang semakin mengakar di hati warga juga akan mempermudah perusahaan Disney di seluruh penjuru dunia memperluas pangsa pasar produk-produknya. Pertanyaannya, kapan Indonesia memiliki icon yang mendunia yang dapat mendukung misi diplomasi? Kapankah industri dunia hiburan anak Indonesia mampu menghasilkan icon kreatif khas bangsa selain acara idol-idolan dengan lagu-lagu orang dewasa? 

Advertisements

6 thoughts on “Diplomasi Mickey Mouse

  1. disney dan karya-karyanya menurut gue bisa menjadi simbol perdamaian dunia. tetap ada, mskpn World War 1-2, Cold war, maupun WAT terjadi. coba perhatiin de tiap kartun-kartun disney ga pernah ‘nyenggol2’ isu yang dibawa tiap-tiap perang yang gue sebutin td. ga pernah kan mereka bikin cerita yg menonjolkan persaingan US-SOviet, atau ttg terrorism.
    mickey mouse dan kartun-kartun disney lainnya menjadi bukti kuat bahwa westernisasi telah berhasil menjamu seluruh peradaban. bisa dilihat dari kartun-kartun disney yang punya nama mereka sendiri di masing-masing negara, dalam berbagai bahasa.
    coba ya klo di indo, ken arok-ken dedes bisa sejaya mickey&minnie mouse…haahhaha *ngayal bgt gue*

  2. Iya betul, itu juga yang gw suka dari karakter Disney: non politis. Ken Arok & Ken Dedes??? Whoaaa, gw agak ngeri sama kronologi bunuh membunuh antar keluarga… Bisa jadi preseden buruk bgt buat Indonesia tuh kalo sampe terkenal. hahaha. Gw lebih suka ‘si unyil’ yang jadi simbol RI… ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s