Di Tepi Sebuah Kali

I
Di tepi sebuah kali
Seorang kakek tua berjongkok
Dan seorang nenek tua
Bersenandung di bawah terik siang
Menyunggingkan bibirnya yang keriput

II
Terik berganti sengat
Ketika seorang pemuda bertubuh kekar
Menumpahkan amarahnya
Dalam air tepi yang sungai berbau
Air yang tenang itu hanya berdiam
Dengan sedikit gemericik yang terpaksa

III
Ketika terik sengat berganti redup
Seorang anak jalanan
Berjalan dengan keceriaan penuh
Dengan keringat bercucuran
Dan tubuh yang kelelahan
Terengah dan tersenyum
Pada bayangan air yang keruh
Sebuah senyum tulus yang melegakan

IV
Dalam perjalanan menuju peraduannya yang terakhir
Manusia-manusia yang kelelahan
Menunjukkan tangannya dengan ringan seraya berkata:
Kau adalah biang kerusakan kota!

V
Air sungai beriak dengan bosan
Meruap dan mendengar jutaan asa manusia
dalam keputusasaan dan harapan
dalam hentakan serapah dan pujian

VI
Kisah demi kisah
Potret demi potret
berotasi tiada henti
air di tepi kali yang menyengat
hanya mampu bertutur dalam bisu abadi

Sylvie Tanaga
Jakarta, 3 Januari 2008

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s