Aksi Naga Membungkam ‘Provokator’ Maya

In fact, China’s system of Internet censorship and surveillance

is the most advanced in the world

Human Rights Watch Vol. 18 No. 8(C), August 2006


Indonesia harus bersyukur. Meski penyerapan internet belum merata dengan sejuta permasalahan yang ada, setidaknya negara ini masih tercatat sebagai salah satu negara dengan jumlah blogger terbanyak di dunia. Dengan kebebasan dalam mengakses informasi dan menyampaikan opini, blogger-blogger Indonesia dalam beragam bidang pun terus bermunculan dan berkreasi. Tidak demikian halnya dengan Sang Naga. Sistem politik otoritarian yang dianutnya, turut menjalar ke dunia maya.

Baru-baru ini (24 Maret 2009), Google memberi pernyataan bahwa YouTube telah diblokir di China. Meski akses kini telah kembali dibuka, YouTube mengaku tak tahu menahu alasan pemblokiran. Kantor berita China, Xinhua kemudian memberitakan bahwa beberapa pendukung Dalai Lama ditangkap pemerintah dengan tuduhan telah mempublikasikan sebuah video. Video tersebut memperlihatkan kebrutalan polisi China terhadap penduduk Tibet dalam kerusuhan di Lhasa bulan Februari silam. Deskripsi video ini rupanya cocok dengan video di YouTube yang memperlihatkan polisi China tengah menendang dan memukuli para pengunjuk rasa di Tibet. 

Pada tahun 2005, seorang jurnalis China, Shi Tao, dipenjara selama 10 tahun karena membocorkan buku petunjuk intern Partai Komunis China ke situs-situs yang berbasis di luar negeri. Pada tahun 2003, seorang pegawai negeri sipil bernama Li Zhi juga dipenjara selapan tahun setelah ia menggunakan sina.com dan Yahoo! China untuk berhubungan dengan perwakilan dari Partai Demokrasi China. Jiang Lijun ditangkap pada tahun 2003 karena menyuarakan ‘demokrasi ala Barat’ dan sistem multipartai sementara Wang Xiaoning ditangkap pada tahun 2002 karena mengedit jurnal online berjudul “Free Forum for Political Reform” untuk menyerang Partai Komunis.

Upaya China meredam segala bentuk kritik dan perilaku yang dipandang subversif jelas bukan merupakan hal baru. Pengguna internet di China terus bertambah sebab internet adalah kunci pembangunan nasional. Namun kontrol pemerintah tidak mengendur. Ketika ‘pembantaian Tiananmen’ diketik di Google.com, Yahoo! atau MSN, daftar situs bermunculan sementara Google.cn, Yahoo! China dan MSN Beta Chinese hanya mengeluarkan error message saat kata kunci serupa diketikkan. China juga memblokir alamat-alamat situs dan weblog yang dipandang berbahaya. Pemblokiran situs dilakukan oleh firewall yang dipasang dalam tiap service provider.

Human Rights Watch mencatat bahwa sistem sensor internet dan intelijen China merupakan yang tercanggih di dunia. Ribuan orang dipekerjakan pemerintah dan badan keamanan untuk membuat sistem sensor politik. Pemerintah juga bekerjasama dengan perusahaan swasta, termasuk beberapa perusahaan internet terbesar di dunia. Pada tahun 2005, Google menyetujui permintaan China agar hanya menyediakan versi inti layanannya dan menyensor sendiri mesin pencarinya sebagai syarat untuk memasuki pasar internet China. Inilah yang menyebabkan Google.cn tidak menayangkan daftar situs ketika kata kunci ‘pembantaian Tiananmen’ diketikkan.

Cisco System asal AS juga sudah menjual ribuan router yang memungkinkan dilakukannya pemblokiran. Kerjasama semacam ini memicu pertanyaan dari berbagai pihak terutama dari para pembela HAM. Pada tanggal 15 Februari 2006, Yahoo!, Microsoft, Google, dan Cisco diundang Kongres AS untuk menjelaskan aktivitas mereka di China. Hari berikutnya, salah seorang perwakilan kongres, Chris Smith, mencoba memperkenalkan Global Online Freedom Act. Meski demikian, kerjasama pemerintah China dengan perusahaan-perusahaan ini terus berlanjut.

Hal menarik diungkapkan oleh Michael Backman dalam bukunya yang berjudul Asia Future Shock (2008). Seharusnya internet mengumandangkan lonceng kematian bagi rezim otoriter dan melemahkan upaya mereka dalam memegang kendali, khususnya dalam hal arus informasi. Dalam bab berjudul Internet, Bisnis Besar, dan Kebebasan, Backman menulis bahwa pemerintah China juistru tidak terganggu dengan derasnya arus informasi dari internet pada era globalisasi seperti saat ini.

Alih-alih mematikan, internet justru menjadi alat yang ampuh untuk menguping, mencari dan menghancurkan para pembangkang dan calon pembangkang, dan alat ampuh dalam memperketat pengawasan terhadap arus informasi. Backman mengungkapkan bahwa setiap komputer di China memiliki satu alamat IP yang unik dan setiap kunjungan ke suatu situs dapat ditelusuri balik ke komputer asal. Artinya, internet menjadi alat pengintai yang ampuh di setiap rumah dan kantor.

Berbeda dengan penyadap konvensional, orang-orang yang dimata-matai sebenarnya memasang sendiri peralatan mata-mata tersebut, yakni komputer mereka. Shi Tao yang dipenjarakan selama 10 tahun, terlacak melalui alamat IP komputernya. Polisi terbantu oleh Yahoo! yang menautkan email anonim Shi ke teleponnya. Pada tahun 2005, pemerintah China juga mengharuskan semua situs dan blog yang berbasis di China didaftarkan ke pemerintah atau ditutup tanpa pemberitahuan.

Akhirnya, para jurnalis dan blogger pun banyak ditangkap. Sebagai contoh, China menangkap para blogger yang mengkritisi lambannya upaya pemerintah dalam menolong korban gempa di Sichuan. Dalam gempa Sichuan, jutaan anak meninggal tertimpa bangunan sekolahnya sementara bangunan lain di sekitarnya masih kokoh berdiri. Seorang aktivis HAM bernama Huang Qi, ditangkap dengan tuduhan membocorkan rahasia negara setelah ia memuat permintaan para orang tua yang anaknya menjadi korban dalam gempa Sichuan dalam situsnya. Permintaan tersebut yaitu agar pembangunan sekolah untuk orang miskin dilaksanakan secara transparan. Itu sebabnya internet tidak membahayakan China.

China tergagap untuk menjelaskan mengapa ketika Obama mengatakan recall that earlier generations faced down fascism and communism not just with missiles and tanks, but with sturdy alliances and enduring convictions dalam salah satu kalimat pidato inagurasinya sebagai presiden AS, kamera tiba-tiba dialihkan ke pembawa acara yang terlihat gugup. Namun pemerintah China dapat dengan mudah menutupi aksi sensornya di internet dengan menampilkan pemberitahuan di layar seolah internet tengah mengalami gangguan koneksi atau alasan-alasan lainnya.

Untuk itu, penyebaran internet akan didukung kuat pemerintah apalagi China sudah menempati urutan kedua dalam hal jumlah pengguna internet terbesar di dunia dengan 16 juta blogger perorangan (tahun 2006). Bagaimanapun juga, internet merupakan instrumen terpenting dalam percepatan pembangunan. Gelombang informasi yang dibawa internet juga akan membuat China meraup keuntungan ekonomi yang besar. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s