Menilik Akar, Menilik Diri

Usianya tak lagi muda. Keriput telah bermunculan di dahi, tangan, dan dadanya. Dari lengan bajunya yang usang, benang jahitan nyaris terlepas. Meski demikian, sang nenek tetap perkasa. Ia berhasil mengangkat sebuah ember tua yang karatan, entah berisi apa. Raut wajahnya bahkan sama sekali tak menunjukkan kelelahan. Inilah salah satu lukisan yang ditampilkan dalam pameran bertajuk ‘Menilik Akar’ bertempat di Galeri Nasional Indonesia.

Kreasi lukisan berbahan akrilik dari Moha Abdullah ini tak sendiri berbicara mengenai ungkapan realita dan kritisisme akar budaya dan akar diri manusia.
Melangkah ke sudut lain di ruang ber-AC bertotal tiga ruang pamer ini, muncul sesosok kerangka tanpa tengkorak tengah membaca sebuah koran yang berlubang di bagian tengah. Sang tengkorak tengah duduk di tumpukan koran dan membaca dengan asyik-masyuk.

MIOPI karya YE Agung dengan bahan besi beton dan kertas koran. Demikianlah bunyi keterangan yang terpampang di bawah sang tengkorak. Beberapa potong lukisan yang disapu dengan tulisan hanacaraka Jawa pun menghiasi dinding ruang pamer yang masih putih bersih.

Sayangnya, nuansa hening sangat menghentak ruang pamer. Tak heran jika seorang pengunjung akhirnya menyalakan Mp3 di telepon selulernya untuk mengusir keheningan yang amat terasa. Saat beranjak ke gedung lainnya (pameran ini ternyata menggunakan dua gedung), udara panas pun berhembus. Kontras dengan suhu di ruang ber-AC yang baru saja ditinggalkan.

Akhirnya. Serombongan anak SMA berikut gurunya berbondong-bondong menandatangani buku tamu sebelum memasuki ruang pamer. Suasana hening pun serta merta pecah oleh canda gurau para siswa yang suaranya cukup melengking.

Memasuki gedung kedua, suhu tubuh pun kembali sejuk seirama dengan suhu AC. Dua orang siswa SD: satu perempuan dan satu lelaki, keluar dari sebuah cangkang telur. Kedua anak ini meniti sebuah tambang merah dengan waswas. Di bawah tambang terhampar jurang dengan aneka botol minuman keras berlabel ‘topi miring’. Juga ada kartu domino yang melayang di antara botol-botol minuman keras tersebut. Semburat langit hijau nan mencekam membayang di atas kepala kedua anak ini. ‘Generasiku Kini’. Demikianlah Ruslan menamai hasil karyanya ini.

Masih banyak seniman yang berteriak terhadap isu kehilangan akar yang terjadi pada generasi saat ini. Di tengah salah satu ruang pamer, misalnya, ada sebuah jeans super pendek dan (maaf) kutang merah yang membentuk lekuk tubuh seorang wanita. Di bahunya tergerai selempang yang bertuliskan: Miss Call Me. Di sudut lainnya, nampak sebuah kacamata tiga lensa dengan judul: “Whatever you do, look…. I’m Indonesia!” Di ruang terdepan, Agus Djatnika menampilkan para wanita berbahan sabut kelapa. Karya ini diperindah segaris cahaya terik di ruang pamer.

Perupa yang turut mengambil bagian dalam pameran kali ini tidak tergolong sebagai ‘pemain lama’. Sebut saja Arlan Kamil, YE Agung, Moha Abdullah, Agus Putu Suyadnya, dan Agus Djatnika. Pameran ini pun tak menampilkan sesuatu yang baru dalam seni rupa kontemporer. Namun, para perupa ini berhasil menggelitik kita. Para pengunjung seolah ditantang untuk menjawab pertanyaan: “Siapa Anda? Apakah Anda menghargai ‘akar’ Anda yang membuat Anda berhasil hingga saat ini?”

Hampir dua jam berlalu. Selain para siswa SMA, hanya ada sekelompok pengunjung yang dari gayanya kemungkinan besar adalah kelompok reporter, dan tiga-empat orang pengunjung tunggal. Sesaat setelah meninggalkan Galeri Nasional, modernitas Jakarta makin terasa kental: blackberry, gprs, hot-spot, bahasa, hip-hop style, dan masih banyak lagi istilah gadget lainnya.

* *

“Nothing!” ujar seorang balita Indonesia dengan aksen bahasa Inggrisnya yang sangat fasih ketika ibunya menjahili sang anak di lift sebuah apartemen di salah satu sudut ibukota. Si ibu hanya tersenyum. Dari percakapan selanjutnya, si anak ternyata masih dapat berbahasa Indonesia. Menilik akar ya menilik diri…….

* * *

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s