TRAVEL

“The world is a book and those who do not travel read only one page”

St. Augustine


Apa yang pertama kali terbersit dalam benak Anda saat mendengar kata travel? Ada yang terpikir soal liburan, bersenang-senang, dan melepas lelah di suatu tempat baru, ada pula yang langsung membayangkan aroma laut atau segarnya udara pegunungan. Tapi tak sedikit pula yang langsung mengerutkan dahi, berpikir soal berapa lama cuti dan dana yang dibutuhkan.

 

Sebelum melangkah lebih jauh, saya mengajak Anda mengenal istilah travel terlebih dulu. Merriam-webster dictionary memuat arti travel ‘sebuah perpindahan dari satu tempat ke tempat lain’. Definisi dari sumber lain menyebut travel sebagai perpindahan manusia ke lokasi geografis yang berbeda (relatif jauh) untuk berbagai tujuan dalam kurun waktu tertentu.

 

Travel dapat bersifat lokal, regional, nasional atau internasional yang membutuhkan passport maupun visa.

 

Dari definisi ini, jelas bahwa tujuan travel tak mesti keluar duit amat banyak demi membeli kesenangan meupun hura-hura menikmati liburan. Selain masa-masa liburan, Anda dapat melakukan travel sambil berbisnis ataupun berkegiatan sosial.

 

Travel memiliki aneka tujuan dengan benang merah yang sama: membuka wawasan kita pada banyak hal-hal baru. Travel membuka cakrawala kita seluas-luasnya soal keberadaan alam dan orang lain di luar diri dan kebiasaan kita. Travel mengantar kita pada dunia nyata yang tidak tercantum dalam buku teks karena ia bicara soal pengalaman pribadi. Itu sebabnya travel sesungguhnya adalah sebuah hal yang sangat penting dalam agenda hidup kita.

 

Dalam jangka pendek, travel membuat Anda dapat bersantai melepas penat sambil mendapat wawasan baru. Dalan jangka panjang travel dapat membuka pikiran Anda dalam berkomunikasi, bergaul, dan memutuskan sesuatu. Seorang pebisnis restoran, misalnya, akan lebih berkembang jika ia mengetahui secara langsung tren masakan terbaru di wilayah lain.

 

Seorang karyawan pun dapat dengan cepat memberi ide pada perusahaan karena apa yang telah ia lihat di tempat lain. Saking pentingnya fungsi travel, perusahaan bahkan tak segan-segan menggelontorkan dana khusus baik untuk berlibur besama karyawan demi mempererat tali silaturahmi maupun untuk keperluan survei pasar.

 

Tapi mesti diingat bahwa travel bukanlah gaya hidup kaum urban atau kaum elit seolah trabel hanya milik kelompok borjuis. Travel bukan persoalan executive airlines, exclusive dining atau luxurious lounge and spa seperti yang digembar-gemborkan para pengusaha besar yang berani menggelontorkan dollarnya di berbagai media massa.

 

Dalam cara sederhana, Anda bisa travel bersama teman atau keluarga dengan mengunjungi museum-museum atau aneka jenis perkebunan yang bersifat edukatif dan rileks. Saat libur, Anda juga bisa mengajak anak-anak misalnya datang ke peternakan sapi di Lembang untuk melihat proses pembuatan susu murni sembari belajar langsung memeras susu.

 

Bagi Anda para penggemar makanan, berburu aneka kuliner kaki lima bercita rasa unik adalah sebuah hal yang patut dicoba. Masih banyak aneka makanan ‘berkelas’ meski tak harus berada di tempat berdesain interioir mewah kecuali Anda memiliki kocek lebih untuk itu. Simple is beautiful. Anda bisa menciptakan model travel Anda sendiri.

 

Kata kuncinya adalah kemauan untuk berpikir dan berkreasi out of the box. Di setiap daerah, saya sendiri senang ‘nongkrong’ di pasar-pasar seni terbuka dan pertunjukkan live music. Dari sini saya punya pemahaman baru soal alat-alat musik daerah. Salah satu yang saya pelajari adalah alat musik karinding asal Jawa Barat yang awalnya adalah alat musik untuk mengusir burung yang menganggu panen padi. Bunyi yang dihasilkan alat musik tiup bambu ini khas.

 

Untuk itu, saya mengajak Anda untuk berhenti mengasosiakan liburan dengan Bali dan Singapura. Masih banyak tempat wisata menarik lainnya yang dapat kita gali bersama dengan teman dan keluarga. Masih banyak aspek travel yang dapat kita nikmati, di dalam maupun luar negeri. Indonesia saja memiliki segala jenis kekayaan tak terhingga yang tak akan habis Anda sambangi seumur hidup: kuliner, budaya, pakaian, alam, dan masih banyak lagi.

 

Mengingat fungsinya yang vital, ada baiknya Anda tak lupa mencatat waktu dan tujuan khusus untuk travel bersama teman atau keluarga, misalnya menjelang liburan akhir tahun seperti saat ini. Saat ini, industri pariwisata sudah berkembang pesat. Dengan mudah Anda dapat menemukan aneka tujuan wisata di web atau pameran travel. Sudah banyak pula travel guide atau biro travel yang bersedia membantu mengarahkan Anda.

 

Beberapa di antara Anda bahkan mungkin saja tertarik menjadi bagian dari industri pariwisata tanah air dengan berbagai cara, menularkan pada anak-cucu kita betapa penting dan menyenangkannya travel yang bermakna dan membuka wawasan.

 

Sekali lagi, travel bukan hanya mengejar kesenangan (happiness) tapi juga kebahagiaan (joyfulness). Kesenangan dipengaruhi oleh situasi dan kondisi eksternal di sekitar kita sementara kebahagiaan bersumber dari hati terdalam.

 

Walaupun kegiatan travel kita sepertinya begitu sederhana dan ‘biasa-biasa saja’, travel adalah salah satu gerbang pembuka pikiran kita mengenai arti kehidupan dan perspektif baru. Yang jauh lebih penting, kebersamaan yang erat dengan orang-orang yang kita cintai mampu membawa kebahagiaan tak ternilai dalam hidup Anda. Enjoy your travel!

Advertisements

2 thoughts on “TRAVEL

  1. salam kenal, saya sering baca blog ini…
    kirain cowo yg nulis…. ternyata skrng ada fotonya, cewe ya….
    hahaa….. tulisannya sangat berkualitas…. top abis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s