BOOK REVIEW – HITMAN

 

Judul                :   HITMAN – Memoar Seorang Produser Musik Legendaris, David Foster
Penulis             :   Pablo F. Fenjves
Penerbit          :   Elex Media Komputindo
Cetakan           :   2010
Tebal Buku     :   274 halaman
Harga               :   Rp 62.800,-

 

Janganlah menjadi musisi yang sombong. Mungkin setiap pemain piano yang ada di sini hari ini bermain lebih baik dariku. Walaupun permainan kalian mengesankan tetapi bukan itu yang akan membawa kalian menuju keberhasilan. Sikap kalianlah yang akan menentukan keberhasilan kalian.

David Foster, Pidato Pembukaan di Berklee College of Music, Boston – 2002

 

 

Tak ada kata yang lebih tepat menggambarkan David Foster sebagai musisi legenda pencetak HIT atau HITMAN. Melalui tangan dinginnya, kita mengenal hit-hit seperti “I Will Always Love You” yang dinyanyikan Whitney Houston. Foster pun melahirkan nama besar seperti Celine Dion, Josh Groban, The Corrs, ataupun Michael Buble.

 

Melalui buku yang berjudul asli HITMAN: Forty Years Making Music, Topping Charts & Winning Grammy’s (2008) ini, Pablo F. Fenjves berhasil menelusuri perjalanan hidup David Foster yang penuh warna. Buku ini tidak hanya berbicara bagaimana seorang Foster mampu meraih belasan Grammy dan mampu bertahan hingga saat ini.

 

Kisah Foster dimulai dengan bab berjudul ‘Bangkit Kembali’, sebuah babak kebangkitan Foster setelah ia lama bergumul dengan masalah pribadinya. Pada masa keterpurukannya, Foster berhasil menciptakan duet Natalie Cole dengan almarhum Nat King Cole melalui lagu ‘Unforgettable’ yang memberi Grammy pada Foster sebagai produser terbaik.

 

Bab ini turut bertutur bagaimana Foster berhasil mengaransemen lagu “I Will Always Love You”, soundtrack film The Bodyguard yang dibintangi oleh sahabatnya, Kevin Costner, yang juga berbuah Grammy. Dalam bab serupa, Foster pun memberi pelajaran mengenai kerendahatian seorang diva seperti yang ditunjukkan oleh Celine Dion.

 

Pada bab 2, ‘Sentuhan Nada Sempurna’, dimulai dengan kisah Foster kecil yang dapat mengenal titi nada dengan sempurna sejak empat tahun. Darah musik Foster mengalir dari sang ayah. Sang ibu mendukung dengan memberinya piano listrik dan amplifier. Bab ini memperlihatkan kiprah awal Foster yang tak kenal menyerah dalam bermusik.

 

Bab 3 bertajuk ‘Wildflower’ adalah paparan perasaan cinta David Foster pada beberapa wanita yang sangat ia cintai. Foster berkisah mengenai B.J. Cook, seorang vokalis yang menjadi isteri pertamanya. Foster mengakui B.J sebagai orang penting bagi kariernya sebagai musisi studio ternama yang mengiringi musisi sekelas George Harrison.

 

Bab 4 dengan tema ‘Produser’ bercerita bagaimana proses Foster menjadi seorang produser yang sukses mencetak prestasi bersama Earth, Wind, & Fire dan Chicago. Kata kunci yang didengungkan Foster adalah: untuk meraih suatu cita-cita yang besar, jangan merasa hina untuk memulainya dengan mengerjakan berbagai pekerjaan kecil.

 

Sebagai musisi sukses, Foster juga adalah seorang manusia. Inilah inti yang hendak disampaikan dalam bab 5, ‘Melemah. Memudar’. Dalam bab ini, Foster mengakui kelemahannya sebagai seorang suami dan ayah yang kurang baik. Suatu hari, Foster menolong seorang anak berpenyakit kronis untuk kembali bertemu dengan kakaknya. Pengalaman ini mengubah dan mendorongnya mendirikan David Foster Foundation.

 

Pengalaman menarik Foster bekerjasama dengan berbagai musisi ternama dapat Anda nikmati dalam bab 6, ‘Barbra, Madonna, dan Michael’. Dalam bab ini, Foster menceritakan pengalaman-pengalaman uniknya selama bekerjasama dengan para musisi seperti Barbra Streisand, Madonna, Michael Jackson, All-4-One, dan lain-lain.

 

Bab 7 berjudul ‘Pop seperti Populer’ adalah bingkai menarik mengenai kepercayaan diri Foster berkiprah dalam jalur musik pop. Bukan Foster namanya kalau ia tak berhasil menemukan talenta besar The Corrs, Josh Groban, dan Michael Buble. Foster kembali mengingatkan kita untuk menjadi diri sendiri tanpa perlu merasa bersalah.

 

Foster berupaya untuk menjadi seorang ayah yang lebih baik bagi anak-anaknya: Amy, Erin, Jordan, Sara. Ia mengakui bahwa menikah tiga kali bukanlah sebuah prestasi. Dalam bab 8, ‘Anak-anakku’, Foster menyatakan rasa bangganya dengan karier cemerlang anak-anaknya saat ini. Harapannya adalah agar seluruh anaknya berhasil.

 

Dalam bab pamungkas berjudul ‘Dekade ke-5’, Foster memberi kita nasihat yang sangat berarti. Dalam 40 tahun kariernya di bisnis musik, Foster telah meraih 15 Grammy, satu piala Emmy, dan satu piala Golden Globe.

 

Kunci sukses Foster adalah bekerja keras, membentuk jaringan, dan tak lengah mempertahankan prestasi. Ia menolak keluhan generasi baru menghilangkan musik ‘bagus’ generasi lama. Aku mencintai hidupku, keluargaku, teman-temanku, pekerjaanku. Aku suka sekali mencetak hit. Aku mencintai musik. Dan aku tak ingin mengubah apapun.

 

Dalam berbagai bab, seorang David Foster juga dengan berani mengingatkan megabintang akan kejayaan masa lalu mereka. Ia tak segan mengritik dan memberi masukan pada musisi sekelas Paul McCartney dan Stevie Wonder. Ia juga memberi contoh bagaimana seorang musisi tak perlu terlibat dalam obat-obatan untuk berprestasi.

 

Buku ini adalah sebuah buku memoar yamg sangat menarik, bukan hanya bagi para musisi tapi juga bagi Anda yang ingin mempelajari kunci sukses sang HITMAN. Kesuksesan yang diraihnya saat ini bukan semata-mata berasal dari talenta bermusiknya yang luar biasa tetapi karena buah dari karakternya yang positif.

 

Sumber Foto Andrea Bocelli dan David Foster -www.addykho.com

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s