Inovasi dan Strategi Paten Tirai Bambu

 

 

Patents are playing an increasingly important role in boosting the national economy, as well as scientific and social development, as a crucial way to encourage and protect innovation…
China has a long way to go.

Gan Shaoning, vice-commissioner of the State Intellectual Property Office (SIPO)

INOVASI adalah salah satu isu santer sepanjang 2010 dan percayalah… isu ini akan kembali bergulir pada 2011. Majalah TIME dan Newsweek sama-sama pernah membahas kekalutan soal makin minimnya inovasi AS. Di tengah kekalutan ini, seperti biasa China melangkah dengan percaya diri, mencoba keluar dari reputasi sebagai ‘bangsa peniru’.

 

Business dictionary menyebut INOVASI sebagai sebuah ide atau temuan yang diterjemahkan dalam bentuk barang atau jasa yang memiliki nilai jual. Agar dapat disebut sebagai INOVASI, sebuah ide harus memiliki nilai ekonomi dan memenuhi aneka permintaan yang spesifik. Ide-ide baru ini harus dapat dikonversi menjadi produk yang berguna.

 

Abad 21 dapat dikatakan sebagai abad INOVASI. Saat ini, bidak ekonomi bukan lagi dominasi ekspor atau perdagangan tapi juga penemuan-penemuan bernilai jual tinggi.

 

Sadar benar dengan nilai krusial ini, pada 11 November 2010 pemerintah China bergegas meluncurkan National Patent Development Strategy (2011-2020). Vice-commissioner dari State Intellectual Property Office, Gan Shaoning, menjelaskan bahwa hak paten memainkan peran penting dalam mendorongh ekonomi China.

 

Gan Shaoning menjelaskan bahwa perlindungan paten merupakan sebuah pekerjaan jangka panjang yang tidak sederhana.

 

Para pengamat berbondong menilai positif strategi ini sebagai alat meningkatkan kesempatan berinovasi, mempromosikan produk-produk yang inovatif, membantu standardisasi pasar, menguatkan iklim kompetisi, mengoptimalkan struktur ekspor, serta meningkatkan kualitas ekonomi China yang hingga saat ini cenderung berbasis ekspor.

 

Tak tanggung-tanggung, negara Panda ini menargetkan dua juta pendaftar pada 2015. Angka ini termasuk utility-model patents atau hak paten “ringan” yang tak terlalu menitikberatkan penemuan khusus (invention patents). Hak paten berongkos relatif murah dan berjangka waktu ‘hanya’ 10 tahun ini tak ditemukan di negara Paman Sam.

 

Dasawarsa terakhir, dengan cerdas China memanfaatkan utility-model patents ini untuk mendorong inovasi dan investasi asing. Sejak tahun 1986, mayoritas pendaftar paten adalah untuk memperoleh utility-model patents. Full invention patents hanya mencapai 19,9%.

 

Menariknya, 87% pendaftar utility-model patents di China adalah para pengusaha asing. Strategi baru yang diluncurkan China akan memainkan peran penting. Meski keraguan masih menggantung, setidaknya pengusaha asing merasa cukup terlindungi. Strategi ini juga dapat mendorong kesadaran para pengusaha lain untuk mendaftarkan hak patennya.

 

Sebagai pemikat, China memperkenalkan aneka insentif seperti bonus kas, tawaran rumah yang menarik bagi para pendaftar, dan  potongan pajak bagi pendaftar paten yang produktif.

Jika disimak, kesadaran paten di China sebenarnya sudah meningkat pesat. Bulan Oktober 2010, Thomson Reuters mengeluarkan laporan riset yang memperkirakan jumlah pendaftar paten di China akan melampaui AS. Jika jumlah pendaftar di China sedang meningkat, AS justru tengah mengalami penurunan yang cukup drastis.

 

China bahkan berambisi untuk melipatgandakan jumlah patennya di negara lain dalam aneka jenis industri mulai dari sektor energi, teknologi dan telekomunikasi, teknologi pabrik, hingga otomotif.

 

Strategi paten ini bukannya tanpa masalah. Beberapa pengamat menilai bahwa strategi semacam ini lebih mengutamakan kuantitas daripada kualitas. Strategi ini pun lebih bersifat individual yang bertentangan dengan nilai ‘komunal’ China. Tapi China tak bergeming.

 

Strategi paten ini sekali lagi memperlihatkan dukungan serius pemerintah China terhadap sektor ekonominya, termasuk yang digerakkan swasta. Pemerintah China sadar bahwa inovasi adalah masa depan yang sangat menjanjikan. Strategi paten adalah bagian kecil dari strategi China mengembangkan kepak sayapnya menjadi negara adidaya.

Advertisements

6 thoughts on “Inovasi dan Strategi Paten Tirai Bambu

    • Halo… Terima kasih banyak mas… =D Dari kemarin memang ingin pasang profile di blog tapi berhubung saya gaptek jadinya nggak ngerti cara masangnya gimana… hahahaha…

      Salam juga.

      • Btw, anak parahyangan yah, beberapa kali saya nulis di Jurnal HI Parahyangan. Salam yah untuk Ibu Sukewarsini Djelantik.

  1. Iya, saya alumni HI Unpar… Iya, saya sudah pernah melihat tulisan mas Asrudin… Bagus sekali. Teori HI-nya juga sangat kuat. Iya, nanti saya sampaikan salamnya ke mbak Suke. Terima kasih.

    • Oh iyah dalam waktu dekat ini, buku saya akan terbit, “Metodologi Ilmu HI : Debat Menuju Alternatif”, buku ini hasil kolaborasi sama ilmuwan luar kaya alexander wendt sama Tickner. Rencananya mau launching dibeberapa kampus, mungkin mba sylvie tertarik untuk mengadakannya di Parahangan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s