Book Review: ISINGA, Roman Papua

 

JUDUL BUKU      :  ISINGA, Roman Papua
PENULIS               :  Dorothea Rosa Herliany
PENERBIT            :  PT Gramedia Pustaka Utama
CETAKAN             :  I, Januari 2015
TEBAL BUKU       :  210 halaman

 

Seorang perempuan harus bisa berkebun. Rajin mencabut rumput liar. Membuang ulat dan menyingkirkan daun yang rusak atau kuning. Dimakan tikus, cendawan, atau jamur. Pandai mencari kayu bakar. Meremas sagu. Memasak, dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga lainnya…

Nasihat Mama Kame pada putrinya, Irewa Ongge (ISINGA, Roman Papua – halaman 23)

Nasihat Mama Kame pada putrinya, Irewa Ongge, seyogyanya adalah hal-hal lazim yang dikerjakan oleh para isinga atau mama atau perempuan di Papua. Walau punya rasa dan karsa, budaya berurat akar membuat para mama memandang tugas-tugas berat ini sebagai bagian dari kewajibannya seumur hidup sebagai seorang isteri dan ibu bagi (banyak) anaknya.

Irewa Ongge adalah tokoh sentral dari roman yang ditulis oleh Dorothea Rosa Herliany. Layaknya cerita Roman, Irewa digambarkan jatuh cinta pada Meage Aromba, seorang pria pemain tifa yang gagah dan berbakat. Melalui berbagai kejadian tak terduga, keduanya saling jatuh cinta. Meage memutuskan melamar Irewa. Detik jelang “resepsi adat”, Irewa diculik Malom, pria dari lain suku.

Gara-gara penculikan ini, perang suku terjadi. Irewa akhirnya terpaksa “ditumbalkan” menjadi isteri Malom untuk menghentikan permusuhan antar suku yang sudah terjadi bertahun-tahun. Irewa kecewa namun pasrah. Sejak itu, dimulailah hari-harinya sebagai seorang isteri yang harus selalu bersedia melayani hasrat suaminya sekaligus ibu yang bertanggung jawab agar dapur tidak pernah kosong.

Yang perlu menjadi catatan, ini bukan sembarang roman. Dorothea tidak menuliskan roman yang klise dengan budaya sebagai embel-embel tambahan untuk mempercantik alur. Dorothea berhasil menyinergikan budaya dan kondisi sosial-ekonomi masyarakat pegunungan Papua sebagai energi utama dalam romannya. Ia sangat teliti dalam setiap detail yang pasti dilakukan melalui riset mendalam.

Halaman demi halaman roman ini membawa kita pada pemahaman mengenai kehidupan Perlu kita tanyakan langsung pada penulisnya. Namun dari pengalaman singkat saya ke pegunungan tengah Papua pada Juni 2015 silam, para mama bahkan mengalami kejadian yang menurut hemat saya lebih “mengenaskan” terutama dalam hal yang diistilahkan masyarakat urban sebagai KDRT.

Menariknya, Dorothea tidak terlihat berusaha memberi penilaian subjektif atas budaya Papua ataupun menampilkan kegemasannya untuk perubahan di kalangan para mama. Dalam roman ini, saya justru melihat sisi kearifan lokal sekaligus ketahanan mental para mama yang patut diacungkan jempol meski Dorothea pun turut membawa pesan-pesan pemberdayaan.

Di balik kesahajaan Irewa Ongge, saya juga melihat bagaimana sesungguhnya ia adalah seorang mama yang sangat berkarakter dengan prinsip-prinsipnya – modal yang membuatnya berani melakukan hal-hal yang tidak biasa dilakukan para mama lainnya seperti berargumentasi dengan suaminya, “kabur” ke kampung halaman, dan pada akhir roman digambarkan menjadi inspirasi bagi masyarakatnya.

Metamorfosa sosok Irewa Ongge dalam roman ISINGA terlihat begitu smooth dan natural namun menggugah. Transisi yang demikian jelas lahir dari tangan seorang penulis yang terampil. Selesai membaca roman ini, saya mendapat kesan Dorothea ingin mengatakan bahwa para mama seperti Irewa adalah sosok yang sesungguhnya berpengaruh dalam kehidupan masyarakat pegunungan Papua.

Dorothea patut mendapat apresiasi. Tentu tak mudah menulis sebuah roman berlatar belakang pegunungan Papua dengan detail yang baik, terlebih belum banyak sastrawan yang serius menggarap tema ini. Dari Irewa-lah kita belajar bagaimana menghargai kehidupan, dalam arti yang sesungguhnya.

* * *

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s